Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Singapura menawarkan bonus tambahan bagi pasangan yang punya bayi selama masa pandemi Covid-19. Ini untuk meredakan kekhawatiran para orangtua yang tengah berjuang di tengah tekanan keuangan dan ancaman PHK akibat krisis ekonomi.
Belum disebutkan berapa besaran bonus yang akan diberikan kepada para orangtua pemilik bayi lahir saat pandemi Covid-19. Nominal bonus itu baru akan disebutkan nanti.
Singapura menjadi negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia. Pemerintah setempat berusaha keras untuk menaikkan angka kelahiran selama beberapa dekade.
Kondisi ini berbeda jauh dengan negara tetangga seperti Indonesia dan Filipina. Dua negara tersebut menghadapi kemungkinan lonjakan kehamilan selama masa pandemi Covid-19.
" Kami telah menerima masukan Covid-19 telah menyebabkan beberapa calon orangtua menunda rencana menjadi orangtua," ujar Wakil Perdana Menteri Singapura, Heng Swee Keat.
Saat ini, Singapura memberikan tunjangan bayi hingga 10 ribu dolar Singapura, setara Rp108 juta, kepada para orangtua yang memenuhi syarat.
Ini lantaran tingkat kesuburan wanita di Singapura berada di level terendah pada 2018, dengan 1,14 kelahiran per wanita.
Kondisi Singapura juga dialami banyak negara di Asia. Penurunan tingkat kesuburan dinilai menjadi semakin buruk akibat pandemi Covid-19.
Seperti pada China yang pada awal tahun ini memiliki angka kelahiran terendah sejak pertama kali berdiri pada 70 tahun lalu. Kondisi ini terjadi meski muncul banyak kritik terhadap pelonggaran kebijakan satu anak.
Kondisi Singapura berbanding terbalik dengan Filipina. Di negara tersebut, kasus kelahiran tidak diinginkan diprediksi melonjak menjadi 2,6 juta jika lockdown tetap diterapkan, menurut Data Populasi Perserikatan Bangsa-bangsa.
" Angka-angka ini sendiri sudah menjadi epidemi," kata Juru Bicara PBB di Filipina, Aimee Santos.
Filipina merupakan negara dengan populasi tertinggi kedua di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk mencapai 108,4 juta. Selama pandemi Covid-19, Filipina memiliki 307 ribu kasus infeksi.
" Masalah wanita dan anak-anak ini sebagian besar tetap tidak terlihat selama pandemi. Sudah waktunya untuk menempatkan mereka di depan dan di tengah," ucap Senator Risa Hontiveros yang juga Kepala Komite Kamar untuk Wanita.
Sumber: BBC
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya