Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Indonesia Meminta Pelemahan Rupiah Hingga Rp15 Ribu Sebagai "kiamat" (Foto: Shuttterstock)
Dream – Data kurs dollar AS acuan Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) akhirnya mencatat rupiah menembus level Rp15 ribu. Pelemahan mata uang terhadap dollar AS tak hanya dialami oleh Indonesia, tapi juga mata uang negara lain.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, meminta masyarakat melihat pelemahan mata uang nusantara ini lebih rasional. Publik diajak membandingkan kondisi rupiah dengan kurs semua negara yang juga terdepresiasi terhadap dollar AS.
“ Jangan kita melihat kalau Rp15 ribu sudah kiamat,” kata Perry di Jakarta, dilansir dari Liputan6.com, Rabu 3 Oktober 2018.
“ Tingkat pelemahannya seperti apa Rp14 ribunya, Rp15 ribunya, dan juga naik turunnya.”
Di Asia, lanjut dia, depresiasi rupiah tak sedalam mata uang negara lainnya. Hanya mata uang baht Thailand yang cenderung stabil terhadap dolar AS.
“ Tingkat pelemahan rupiah 9,82 persen dari akhir Desember 2017 sampai sekarang. Kami membandingkan dengan Thailand. Surplus mereka US$54 miliar (Rp813,98 triliun),” kata dia.
Kalau dibandingkan dengan India, nilai tukar rupee melemah 12,4 persen terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 8,2 persen.
“ Lah wong mereka tahun lalu surplus, baru sekarang saja defisit. Apalagi dengan China yuan (yang) justru melemahkan nilai tukarnya,” kata dia.(Sah)
Perry mengatakan nilai tukar rupiah masih terjaga dengan baik. Tinggal menentukan langkah apa yang perlu diambil untuk memperbaiki hal ini.
“ Kalau dilihat, suhu panas kita dibandingkan dengan negara lain masih terjaga. Kita bandingkan Turki, Brasil, Afrika Selatan, Indonesia, India, Filipina, Tiongkok dan Thailand. Turki pelemahannya 37,7 persen, Brasil 17,6 persen, Afrika Selatan 13,8 persen, India 12,4 persen, Indonesia 9,8 persen, Filipina 8,2 persen, Tiongkok 5,3 persen, Thailand 0,6 persen,” kata dia.
(Sumber: Liputan6.com/Septian Deny)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya