Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penguatan Dollar AS Membuat Pasar Modal Syariah Dan IHSG Memerah.
Dream - Pelaku pasar modal Indonesia dihantam sentimen dari dalam dan luar negeri. Usai kurs rupiah yang semakin rontoh, investor semakin cemas dengan aksi pemodal asing yang berbalik melakukan aksi jual saham.
Sentimen negatfi tersebut membuat tiga indeks acuan saham syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tak bergairah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 3 Oktober 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali melemah 0,382 poin (0,22%) ke level 174,850. ISSI sudah melemah sejam awal perdagangan saat dibuka di level 175,048.
Meski sempat menguat dan menyentuh level tertinggi 176,407, ISSI tak bisa melawan aksi jual yang dilakukan pelaku pasar.
Meski jumlah saham bluechips syariah yang menguat bertambah, Indeks saham unggulan syariah, Jakarta Islamic Index (JII), masih belum bisa melaju ke zona hijau. JII terkoreksi 3,458 poin (0,53%) ke level 650,286.
Kondisi yang sama dialami Indeks JII70 yang turun 0,757 poin (0,35%) ke level 216,297.
IHSG terkoreksi kali ini terkoreksi tak terlalu dalam. IHSG hanya turun 7,882 poin (0,13%) ke level 5.867,737.
Minimnya sentimen positif membuat investor ragu-ragu untuk membeli saham. Namun pelaku pasar seperti lebih tenang di perdagangan tengah pekan ini.
Terbukti dari volume trasaksi perdagangan yang turun drastis menjadi 42,83 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp2,85 triliun.
Kabar buruk justru datang dari pemodal asing. Setelah delapan hari berturut-turut mengoleksi saham, asing kali ini berbalik arah. Pemodal asing melakukan aksi jual saham syariah dengan nett sell minim Rp23,62 miliar.
Sebagian besar indeks sektoral melemah. Indeks barang konsumsi melemah 0,85 persen dan properti 0,43 persen.
Penguatan indeks pertanian 0,71 persen, pertambangan 0,32 persen, industri aneka 0,21 persen, keuangan 0,17 persen, dan infrastruktur 0,07 persen tak cukup menopang laju pelemahan perdagangan.
Saham ITMG menguat Rp250, SMGR Rp125, EXCL Rp110, UNTR Rp75, dan PTBA Rp70.
Sebaliknya, saham UNVR melemah Rp925, LPPF Rp225, INTP Rp200, ICBP Rp125, dan INCO Rp50.
Dollar AS masih mengamuk. Mata uang Paman Sam ini tak beranjak dari kisaran Rp15 ribu.
Pada 16.27, nilai tular dollar AS di pasar spot berada di level Rp15.061. Kursnya menguat 19 poin (0,13%) ke level Rp15.086.
Dollar AS sempat melemah di level Rp15.035 dan menembus level tertinggi di Rp15.100.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya