Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Erupsi Gunung Soputan Tak Berpengaruh Terhadap Aktivitas Bandara Sam Ratulangi, Manado. (Foto: Akun Twitter @Sutopo_PN)
Dream – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau Airnav Indonesia memastikan erupsi Gunung Soputan tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.
Manajer Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait, mengatakan tidak ada bandara yang berada di daerah abu vulkanik Gunung Soputan.
“ Bandara Sam Ratulangi Manado berada di 15 NM di batas luar area VA (volcanic ash),” kata Yohanes di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 3 September 2018.
Menurut Yohanes, abu vulkanik yang keluar dari Gunung Soputan tertiup angin ke barat laut dan barat dengan kecepatan 5-15 knot. ATS route yang terdampak adalah W15, W32, dan W51.
Hal ini membuat pemanduan lalu lintas udara di jalur ini diatur dengan radar. Tujuannya agar penerbangan bisa terhindar dari paparan abu vulkanik.
“ AirNav melakukan observasi secara terus-menerus dan akan memberikan update bila ada gangguan terhadap operasi penerbangan,” kata dia.
Sebelumnya, Pusat Vurkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, dari Waspada menjadi Siaga. Ini menyusul meletusnya gunung api tersebut pagi tadi sekitar pukul 08.47 WIB.
" Gunung Soputan tadi pagi kami naikkan dari sebelumnya level II atau Waspada menjadi level III (Siaga) karena terjadinya peningkatan vulkaniknya. Memang sudah cukup lama ada peningkatan dan mungkin sekarang tinggi," ujar Ketua PVMBG, Kasbani, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 3 Oktober 2018.
PVMBG menyarankan masyarakat tidak beraktivitas pada radius 4 kilometer dari kawah. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mendekati area barat daya dari gunung sejauh 6,5 kilometer untuk menghindari guguran lava dan awan panas.
" Tidak ada pengungsian karena memang daerah yang berada di dalam 4 kilometer dan sektoral 6,5 kilometer itu tidak ada penghuninya," kata Kasbani.(Sah)
Dream - Setelah bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, disusul letusan Anak Krakatau pada 2 Oktober 2018, kali ini juga terjadi erupsi gunung berapi.
Gunung Soputan di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara meletus pagi tadi 3 Oktober 2018 sekitar pukul 08.47 WITA.
" Tinggi kolom abu vulkanik mencapai 4.000 meter mengarah ke barat laut," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan tertulisnya, Rabu 3 Oktober 2018. .
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM mencatat, amplitudo maksimum 39 mm dan durasi sekitar 6 menit.
" Belum ada perlu pengungsian," tambah Sutopo. (ism)
Dream - Pusat Vurkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, dari Waspada menjadi Siaga. Ini menyusul meletusnya gunung api tersebut pagi tadi sekitar pukul 08.47 WIB.
" Gunung Soputan tadi pagi kami naikkan dari sebelumnya level II atau Waspada menjadi level III (Siaga) karena terjadinya peningkatan vulkaniknya. Memang sudah cukup lama ada peningkatan dan mungkin sekarang tinggi," ujar Ketua PVMBG, Kasbani, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 3 Oktober 2018.
PVMBG menyarankan masyarakat tidak beraktivitas pada radius 4 kilometer dari kawah. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mendekati area barat daya dari gunung sejauh 6,5 kilometer untuk menghindari guguran lava dan awan panas.
" Tidak ada pengungsian karena memang daerah yang berada di dalam 4 kilometer dan sektoral 6,5 kilometer itu tidak ada penghuninya," kata Kasbani.
Kasbani juga menegaskan diterapkan larangan pendakian di gunung Soputan saat ini. " Karena potensi letusan bisa terjadi setiap saat," ucap dia.
Lebih lanjut, Kasbani meminta masyarakat menggunakan masker. Ini agar terhindar dari bahaya gangguan saluran pernapasan akibat debu vulkanik.
" Masyarakat yang terdampak abu harus menyiapkan masker, tapi tidak perlu mengungsi," terang Kasbani.
(Sah,Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya