Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Mesin Penggali (New York Post Video)
Dream - Butik-butik mewah menjadi sasaran saat aksi penjarahan meletus di Amerika Serikat di tengah gelombang protes kematian pria Afro-Amerika, George Floyd. Salah satu butik mewah yang menjadi sasaran aksi penjarah adalah Gucci.
Dilansir dari New York Post, butik Gucci yang berada dikawasan Soho, New York, Amerika Serikat dijarah sejumlah orang. Para penjarah tersebut memasukan barang-barang terutama tas ke dalam plastik hitam berukuran besar. Setidaknya ada 10 plastik besar berisi tas Gucci dan barang lainnya.
Plastik-plastik tersebut kemudian diletakkan para penjarah di jalanan agar terlihat seperti plastik berisi sampah.
Pada Selasa, 2 Juni 2020, ketika para penjarah datang ke butik Gucci, mereka mendapat kejutan. Plastik yang mereka isi dengan prduk mahal dari Gucci telah diangkut menggunakan mesin penggali oleh para pekerja konstruksi.
" Plastik sampah itu berisi tas-tas Gucci yang bernilai ratusan hingga ribuan dollar," ujar Rhonda kepada New York Post.
Menurut saksi mata, pekerja konstruksi itu mengangkut plastik berisi barang Gucci pada ketinggian yang sekiranya tak bisa digapai oleh para penjarah.
Para pekerja konstruksi itu merupakan karyawan JLJ Enterprises yang berada di Queens. Para pekerja mengaku menemukan tumpukan plastik sampa berisi tas, baju dan sepatu Gucci saat mereka tiba di Wooster Street pada pukul 07.30 pagi.
" Kami melihat pria yang hanya duduk di situ sambil memperhatikan sekitar. Aku pun bertanya padanya, apa isi plastik itu, mereka bilang bukan apa-apa," cerita Nick, salah satu pekerja konstruksi.
Nick dan rekannya kemudian melihat isi kantong plastik sampah tersebut. Tak sengaja mereka menemukan berbagai tas, sepatu serta baju Gucci bernilai mahal.
Aksi Nick dan pekerja konstruksi lainnya itu membuat para penjarah marah. Mereka mencoba mengajak para pekerja konstruksi berkelahi. Namun Nick dan rekan-rekannya mengangkat plastik sampah berisi tas Gucci itu menggunakan penggali yang mereka kendarai sehingga para penjarah tidak bisa meraihnya.
" Kami menghubungi polisi, tapi mereka tidak datang," kata Nick seraya menambahkan bahwa area Soho pada saat mereka datang seperti kawasan zona perang.
Pada akhirnya para penjarah meninggalkan lokasi tanpa membawa tas Gucci hasil jarahan mereka. Nick dan rekannya mengembalikan seluruh plastik sampah berisi barang Gucci ke satpam butik.
" Kami memberikan semua barang dan nyaris dipukuli dan mereka hanya menawari kamu segelas teh atau kopi. Tawaran diskon pun tak ada," kata Nick.
Terkait komentar itu, pihak Gucci sendiri tidak mengeluarkan pernyataan apa-apa.
(Sah, Sumber: nypost.com)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

