Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Joko Widodo (kiri) Berbincang Dengan Wapres Jusuf Kalla (kanan) (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Dream - Menyadari lambannya penyerapan anggaran, pemerintah Joko Widodo punya trik unik. Pemerintah berencana memberikan hadiah tambahan anggaran Rp 100 miliar bagi pemerintah daerah (Pemda) yang sukses merealisasikan anggaran negara.
Dana tersebut mengambil dari alokasi dana khusus sesuai IInstruksi Presiden (Inpres) yang akan diberikan untuk Pemda. Rencananya, program `hadiah` ini mulai berjalan untuk tahun anggaran 2016.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan, pemberian dana khusus tersebut terkait dengan hasil kerja daerah dalam merealisasikan anggaran negara.
Bagi daerah yang tidak kunjung merealisasikan anggarannya, lanjut Sofyan, akan mendapat pengurangan anggaran yang merupakan kebijaksanaan Presiden.
" Jadi kalau daerah spendingnya kurang, tidak kita kasih. Kalau baik, akuntansinya baik, pelaporan baik, governance baik, akan diberikan lebih besar dari itu. Maka akan diberikan reward and punishment," tegas Sofyan Djalil saat ditemui di kantornya, Jumat, 7 Agustus 2015.
Dana khusus tersebut akan didapat dari relokasi dana kepada daerah. Sofyan Djalil memberitahukan, paling banyak pemerintah pusat akan memberikan Rp100 miliar perkabupaten.
" Tapi bisa diberikan lebih kecil lagi, bahkan tidak diberikan ke daerah tertentu yang kinerjanya tidak bagus," ujar Sofyan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya