Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Uang Baru Arab Saudi
Dream - Arab Saudi ternyata tak sekaya yang dibandingkan. Dihadapkan pada jatuhnya harga minyak dan belanja militer yang membengkak, dompet negara petrodolar ini bobol.
Pemerintah Arab Saudi bahkan diperkirakan bakal mengajukan utang untuk menambah cadangan devisanya.
Sepanjang tahun ini, pemerintahan raja baru Saudi Salman bin Abdulaziz dilaporkan telah membakar hampir US$ 26 miliar cadangan devisanya. Bahkan pemerintahannya disebutkan telah meminjam dana US$ 4 miliar dari bank lokal pada Juli lalu.
Inilah penerbitan surat utang pertama yang dilakukan Saudi sejak 2007.
Anggaran Saudi diperkirakan bakal mengalami defisit 20 persen dari PDB tahun 2015. Nilai ini cukup besar untuk sebuah negara yang selalu mencetak surplus.
Capital Economics memperkirakan pendapatan Saudi bakal berkurang menjadi US$ 82 miliar pada 2015, atau setara 8 persen dari PDB.
Dana Moneter Internasional, IMF bahkan memperkirakan defisit anggaran akan terjadi sampai 2020.
Saudi selama ini bersikukuh mempertahankan produksi minyak mentah yang membuat pasokan dunia melimpah. Raja Salman juga mengeruk anggarannya untuk membiayai serbuan ke Yaman dan Suriah. Anggaran Yaman bahkan naik 17 persen tahun lalu.
Saat pertama kali naik tahta, Raja Salman juga membuat kebijakan mengejutkan. Pemerintah memberikan bonus kepada para pekerja sektor publiknya.
" Kita akan melihat Saudi yang terus berutang dalam beberapa bulan ke depan," kata Gubernur Saudi Arabian Monetary Agency, Fahad al-Mubarak.
Sayangnya, bank sentral Saudi ini tak mau berkomentra lebih jauh mengenai keputusannya berutang.
Pemerinth Saudi disebutkan bakal menerbitkan surat utang bernilai US$ 5 miliar pada akhir tahun ini. Sebagian surat utang akan dilego ke investor asing.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
