Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gerakan Blibli #PejuangLokal #CekOutTakGentar (Dream/Okti Nur Alifia)
Dream - Marketplace milik Djarum Group, Blibli, semakin menunjukkan eksistensinya sebagai e-commerce yang mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia. Tercatat, lebih dari 225 ribu produsen UMKM dengan 1,7 juta ragam produk lokal telah tersedia di platform Blibli.
Chief Marketing Officer Blibli, Edward K. Suwignyo, mengatakan banyak masyarakat yang sudah mengakui kualitas produksi UMKM lokal. Sayangnya, banyak dari mereka yang belum membeli produk atau merek lokal.
" Dari pada beli barang KW, lebih baik beli produk lokal yang murah dan kualitas dijamin original," katanya di Grand Indonesia, Jakarta, Senin, 15 Agustus 2022.
Melalui program #PejuangLokal dengan #CekOutTakGentar, Blibli mengajak seluruh masyarakat untuk memberdayakan UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Hal ini juga turut mengiringi HUT Kemerdekaan RI ke 77.
“ Dengan semakin banyak produk lokal yang dibeli, masyarakat akan membantu #PejuangLokal lain yaitu UMKM untuk memberdayakan masyarakat di sekitar mereka dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif,” ujarnya.
Blibli sendiri tak hanya memasarkan produk UMKM secara online tetapi juga offline di jaringan Blibli Mitra. Meski ada 74 persen UMKM yang telah mengenal e-commerce, namun hanya 20 persen UMKM yang benar-benar memiliki literasi teknologi menjalankan usahanya secara online.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Ditjen IKP Kominfo RI, Septriana Tangkary, mengatakan, kontribusi Blibli dapat meningkatkan skala bisnis UMKM terutama yang memang dikreasikan secara lokal.
“ Karena itulah hingga saat ini Pemerintah terus berupaya optimalisasi potensi digitalisasi UMKM sehingga bisa mendongkrak perekonomian nasional,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Septriana melaporkan sejak gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020. Kini telah 19,1 juta UMKM Digital. Gerakan ini digagas untuk mendukung UMKM di masa pandemi dan mendorong masyarakat membeli produk lokal.

Dalam laporannya mengenai kontribusi UMKM Indonesia, Septriana memaparkan, bahwa jumlah UMKM di Indonesia saat ini mencapai 65,4 juta. Dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp8.573,9 triliun atau 61,07 persen, serta penyerapan investasi sebesar 60,4 persen.
Banyaknya UMKM yang telah hadir juga menyerap angkatan kerja sebanyak 117 juta orang atau 97 persen.
Septriana menambahkan Indonesia menjadi negara dengan tujuan investasi terpopuler di Asia Tenggara, sebab nilai ekonomi digital indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara, dengan torehan sebesar US$ 70 miliar pada 2021. Dengan nilai transaksi e-commerce sebesar Rp401,25 triliun.
Sementara itu dalam sesi pejuang lokal UMKM, Blibli mengundang perwakilan brand UMKM yang sudah sukses dengan bisnisnya.
Seperti brand Dapur Cihuyy, hidangan rumahan khas Bogor cepat saji. Rollie Bakery dan Cookies, yang memproduksi kue kering dengan keunggulan rasa manis dari balutan gula aren spesial dari petani Cingangsa, Sukabumi. Saat ini produk tersebut sudah dipasarkan ke Jabodetabek hingga Singapura.

Adapula Frutivez yang menggagas produk buah, dikemas menjadi cemilan. Adapula produk batik dari Arthesian Batik dan Lurik Akik. Brand Roempah yang memproduksi kudapan. Juga Tintin Chips, dan Rendang UniTutie yang sudah dieskpor ke luar negeri.
“ Bersama Blibli, saya jadi sadar betapa pentingnya memaksimalkan channel digital dalam menjalankan usaha, khususnya lewat e-commerce. Hal ini benar-benar membantu perjalanan transformasi digital UMKM saya untuk membuka peluang-peluang baru dari dunia digital dalam menumbuhkan usaha secara berkelanjutan,” kata owner Rendang UniTutie, Sri Yuliastuti.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya