Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: CNBC
Dream - Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar masyarakat di dunia kehilangan mata pencaharian. Salah satunya adalah wanita bernama Shannon Smith ini sebelumnya bekerja sebagai pelayanan restoran sekaligus pelatih olahraga.
Tidak bisa menjalani dua pekerjaan saat pandemi, bukan akhir bagi Shannon. Dewi Fortuna masih menaunginya.
Shannon menemukan bisnis baru yang memberikan penghasilan yang bahkan lebih besar. Dalam sebulan dia bisa membawa pulang uang ratusan juta. Yang lebih mengejutkan, uang itu datang hanya dengan waktu kerja dua jam sehari saja.
Dilansir dari CNBC, Rabu, 19 Januari 2022, Shannon mengungkapkan kisah suksesnya justru ketika pandemi melanda. Setelah kehilangan dua mata pencahariannya, ia beralih untuk menjalani bisnis yang sudah lama diimpikan.
Wanita berusia 24 tahun itu membuat program fitness 90 hari yang berisi rangkaian olahraga dan rancangan makanan yang dikonsumsi.
Pada awalnya ia merasa semua berjalan dengan lancar, namun lama kelamaan Shannon malah merasa 'burn out' karena terlalu banyak beraktifitas. Setelah satu tahun, ia memutuskan untuk berpisah dengan rekannya dari pekerjaan tersebut, lalu mencari cara lain untuk mencari uang.
Pada saat itulah ia menemukan profesi baru yakni affiliate marketers atau orang-orang yang mendapat komisi dari suatu brand karena me-review produknya.
Awalnya, Shannon mengaku pesimis dengan pekerjaan tersebut tapi berusaha untuk menjalaninya. Lalu pada Juli 2021, ia mulai menggunakan TikTok dan Instagram untuk mengunggah konten afiliasinya.
Wanita asal Amerika Serikat itu mulai rajin mengunggah beberapa konten sambil membagikan tips cara mendapatkan pekerjaan sampingan dan penghasilan pasif.
Perlahan ia pun mulai mendapatkan penghasilan pasif sebesar US$8,6 ribu atau sekitar Rp123 jutaan dari komisi konten-konten afiliasinya. Shannon sangat senang karena dirinya tak perlu melakukan aktifitas yang terlalu berat dan banyak, namun dapat menghasilkan lebih banyak uang.
" Aku sekarang punya kebebasan yang selalu aku inginkan. Di usia 24, aku bisa pindah ke apartemen yang bagus di Kota New York, aku bisa sering bepergian, dan hidupku tidak lagi berkutat dengan pekerjaan," ujarnya.
Menurut Shannon, bagi siapapun yang ingin mencoba bisnis marketing afiliasi, tak harus memiliki TikTok. Pemula bisa mencobanya melalui situs ataupun platform berbagai media sosial lain.
Para affiliate marketers bisa mendapat banyak uang dalam waktu yang cukup singkat. Namun Shannon mengingatkan bahwa kesuksesan tak datang dengan tiba-tiba apalagi hanya dalam semalam.
Sebelum memulai pekerjaan tersebut, Shannon telah memiliki cukup ilmu dan pengalaman dengan media sosial. Bagi pemula yang ingin terjun dalam pekerjaan tersebut juga disarankan oleh Shannon untuk mencari dan membuat strateginya terlebih dahulu, sesuaikan produk dengan minat atau hobi, lalu membangun audiens sekaligus kemampuan marketing.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya