Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IG Sri Mulyani
Dream - Ada hal unik dalam rapat Komisi I DPR dengan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Dalam momen itu, Prabowo terlihat membantu Sri Mulyani menggeser kursi.
Melalui Twitter, Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunggah momen yang tertangkap kamera televisi tersebut. Dalam video itu, terlihat rombongan Prabowo dan Sri Mulyani baru saja memasuki ruang rapat.
Sri Mulyani berjalan di depan, diikuti oleh Prabowo yang terlihatb sibuk memberi hormat kepada koleganya. Namun saat Sri Mulyani hendak duduk, Prabowo menggeserkan kursi menteri keuangan itu agar lebih pas.
Menurut Dahniel, tindakan Prabowo itu merupakan gentleman manner atau tata krama. " Orang Indonesia sering menyebutnya " Punya Adat alias Beradat" ," tulis Dahnil.
Dia mengaku banyak belajar soal tata krama kepada Prabowo. " Mulai dari berpakaian, komunikasi sampai di meja makan dll," imbuh Dahnil.
Momen itu juga tertangkap kamera foto yang diunggah oleh Sri Mulyani ke Instagram. Dalam foto itu, Sri Mulyani terlihat duduk, sementara Prabowo terlihat memegang bagian kursi belakang tersebut.
Momen ketika Menhan membantu Menkeu ini bagi saya adalah Gentleman Manner alias Tatakrama. Orang Indonesia sering menyebutnya " Punya Adat alias Beradat" . Saya banyak belajar terkait Manner ini dari Pak @prabowo mulai dari berpakaian,komunikasi sampai di meja makan dll. pic.twitter.com/FC2eh8rW0Y
— Dahnil A Simanjuntak (@Dahnilanzar)January 27, 2022
Dalam unggahannya, Sri Mulyani menjelaskan bahwa mereka sedang mengikuti rapat membahas penghapusan dua Kapal TNI AL, yaitu KRI Teluk Mandar-514. Kapal itu dibeli tahun 1979 dengan nilai Rp121.897.258.397.
Sementara, kapal ke dua adalah KRI Teluk Penyu-513 yang diboyong ke Indonesia pada 1979 dengan banderol Rp121.034.333.397. " Kedua kapal sudah dalam kondisi rusak berat dan tidak aman dan tidak efisien, sehingga penghapusan dua kapal KRI tidak menganggu tugas TNI AL," tulis Sri Mulyani.
Menurut Sri Mulyani, Kemenkeu terus mendukung modernisasi dan pembaharuan peralatan militer TNI. Anggaran Kemenhan terus meningkat dan mendapat prioritas utama.
" Anggaran untuk fungsi pertahanan berdasarkan LKPP (Laporan Keuangan Pemerintah Pusat) tahun 2010 hanya sebesar Rp 17,08 Triliun, meningkat menjadi Rp 117,96 Triliun pada 2020," tambah dia.
Sri Mulyani mengatakan, perbaikan tata kelola, termasuk proses pengadaan yang efisien, pasti, dan bersih dari KKN, menjadi penting agar anggaran pengadaan alutsista dapat menghasilkan perbaikan peralatan militer yang tangguh, tepat kualitas, dan peningkatan kemampuan pertahan keamanan Indonesia.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya