10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Foto: Pixabay.com
Dream - Di tengah isu resesi yang mengancam dan inflasi yang terus naik, permintaan rumah bekas atau seken justru kini mulai meningkat sejak pulihnya ekonomi.
Perubahan harga rumah seken banyak dipengaruhi oleh jumlah permintaan serta suplai properti yang tersedia di pasar. Lantas seperti apakah penjualan rumah bekas saat ini?
Berdasarkan data Rumah123.com, memasuki awal semester kedua 2022 ini, tercatat dalam indeks properti seken residensial yang dikeluarkan Rumah123.com, harga rumah seken di Indonesia naik tipis sebesar 0,6 persen dibanding bulan sebelumnya.
Dari sisi suplai sendiri, tampak terjadi pertumbuhan 2,4 persen secara bulan ke bulan. Namun jika tren suplai rumah tahunan dilihat dalam perbandingan tahun, Flash Report menunjukkan lonjakan cukup signifikan hingga 22,3 persen.
CEO 99 Group Indonesia, Wasudewan menjelaskan pertumbuhan suplai hunian yang terus meroket terjadi untuk berbagai tipe properti, termasuk secondary house.
" Bersamaan dengan pulihnya permintaan pasar properti di Tanah Air, tentunya kita perlu juga menjaga suplai bisa tumbuh di angka yang sama, supaya kebutuhan konsumen dapat terpenuhi. Inilah yang kemudian jadi alasan kami, untuk terus memantau pergerakan pasar properti di berbagai daerah di Indonesia, menggunakan database dan kekuatan riset mendalam dari tim kami,” tutur Wasudewan dikutip dari keterangan reseminya, Sabtu, 23 Juli 2022.
Pada Juli 2022, Flash Report keluaran Rumah123.com mencatat kenaikan harga rumah seken tahunan tertinggi bukan dari area Jabodetabek atau area lainnya di Pulau Jawa, melainkan di Medan.
Pertumbuhan harga sebesar 11,2 persen menempatkan Medan sebagai kota dengan kenaikan harga tercepat secara tahunan.
Untuk komparasi tren harga rumah seken yang dilihat antarbulan, Surakarta menempati posisi pertama secara nasional dengan kenaikan sebesar 2,1 persen.
Tren positif juga terlihat di area Jabodetabek, dengan Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi yang mengalami kenaikan harga sebesar 0,1 persen, 0,5 persen, 1,3 persen, 1,7 persen, dan 1 persen secara berurutan pada bulan ini.
Untuk kota besar lainnya di Pulau Jawa, secara month-on-month, harga rumah di Bandung, Surabaya, dan Semarang, tumbuh 0,8 persen, 0,2 persen, dan 0,4 persen berurutan, sementara harga rumah di Yogyakarta turun sebesar 1,3 persen.
Beralih ke kota besar di luar Pulau Jawa, yakni Denpasar, dan Makassar mengalami penurunan harga sebesar 5,1 persen, dan 1,8 persen di bulan Juni 2022 dibandingkan bulan Mei 2022.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli