Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - peringatan bagi para pemilik kartu kredit. Para peretas tengah gentayangan membobol rekening nasabah di 30 negara. Aksi ini disebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.
Mengutip cbc.ca, Senin, 16 Februari 2015, para peretas dikabarkan membobol rekening bank senilai US$ 1 billion atau sekitar Rp 12 triliun. Aksi ini diduga berlangsung sejak akhir 2013.
Perusahaan keamanan asal Rusia, Kaspersky Lab menyebutkan para peretas membobol tak kurang dari 100 bank di 30 negara di dunia.
Setelah mendapatkan aksi ke sistem komputer bank, para peretas membobol rekening nasabah dengan skema phising dan metode lainnya.
Yang cukup mengejutkan, para peretas cukup sabar mempelajari sistem komputerisasi bank. Peretas dengan telaten mengambil gambar serta video dari pegawai dengan menggunakan komputernya.
Ketika para peretas sudah mengenal sistem operasional bank, biasanya aksi pencurian mulai dilakukan tanpa menimbulkan kecurigaan.
Meski sudah mengetahui rekening nasabah, para peretas mencoba menahan diri dengan membatasi pembobolan maksimal US$ 10 juta. Uang ini selanjutnya ditransfer ke rekening lain.
Disinilah pihak perbankan mulai mendeteksi adanya pelanggaran perbankan (fraud) dengan lebih dini.
" Dalam kasus ini, para peretas tak tertarik dengan informasi nasabah. Mereka hanya ingin uang," kata Peneliti Kaspersky, Vicente Diaz.
Para peretas juga diketahui bertindak sangat fleksibel dan menggunakan beragam perangkat untuk memuluskan keinginannya.
Untuk saat ini, Kasperksy tak mengungkapkan nama-nama bank dari 30 negara yang menjadi korban pembobolan. Kerjasama dengan aparat penegak hukum terus dilakukan untuk menginvestigas serangan terparah industri keuangan ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya