Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indeks acun saham syariah akhirnya harus terlempar dari rekor barunya. Aksi ambil untung serta sentimen negatif dari dalam negeri membuat pelaku pasar keluar sementara dari lantai bursa.
Beruntung, pasar modal Indonesia masih menjadi incaran pemodal asing. Meski lebih rendah dari akhir pekan lalu, asing masih membukukan aksi beli signifikan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 16 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terjun bebas 2,231 poin (1,29%) ke level 170,978.
Aksi jual melanda 127 emiten syariah syariah yang longsor ke zona merah. Sisanya, 62 emiten penghuni ISSI masih bisa bergerak menguat dan 59 lainnya memilih diam di tempat.
Di awal pekan ini pemodal langsung mentransaksikan 28,45 miliar saham dengan nilai Rp 3,29 triliun.
Sepanjang perdagangan awal pekan ini, ISSI memang bergerak variatif. Dibuka menguat dan menyentuh level tertinggi 173,529, ISSI justru lebih banyak bergerak di zona merah. ISSI sempat terlempar ke level terendah 170,978.
Koreksi tajam juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Berisi 30 emiten unggulan syariah, JII terperosok 11,929 poin (1,65%) ke level 709,596.
Lebih dari dua pertiga penghuni JII, atau 21 emiten, terlempar ke zona merah. Meski dilanda aksi beli, 7 emiten bluechips syariah masih bisa ditutup menguat dan 2 lainnya stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai 7,49 miliar saham bernilai Rp 2,10 triliun.
Sama dengan ISSI, JII juga banyak menghabiskan waktu perdagangannya di zona merah. Sempat menyentuh level tertinggi 722,427, JII terperosok ke level 709,596.
Banjir aksi jual memang tengah melanda pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan terpangkas 48,670 poin (0,91%) ke level 5.325,495.
Pelemahan IHSG kali ini terjadi di saat sebagian bursa saham Asia bergerak menguat. Indeks Hang Seng dan Nikkei tercatat menguat 0,18 persen dan 0,51 persen.
Lantai bursa sore ini dibanjiri aksi jual beli 53,60 miliar saham bernilai Rp 552 triliun. Pemodal asing tercatat membukukan nett buy Rp 620,29 miliar.
Seluruh indeks saham sektoral tak ada yang mampu bergerak ke zona hijau. Koreksi tajam dialami emiten-emiten di sektor barang konsumsi yang urun 1,78 persen, diikuti industri aneka 1,71 persen, dan infrastruktur 1,70 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya