Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Miliarder Ini Meninggal Dunia Dalam Kecelakaan Helikopter. (Foto: Wikipedia)
Dream – Jalan hidup seseorang tak ada yang bisa menduga. Tak hanya orang biasa, kalangan miliarder dengan tumpukan harta sampai kapanpun takkan bisa menebak hari kematian atau bagaimana dia akan meninggal dunia.
Pengalaman pilu inilah yang terjadi pada sebuah keluarga miliarder asal Thailand, Vichai Srivaddhanaprabha. Dia adalah hartawan yang juga pemilik klub sepak bola Inggris, Leicester City.
Tak ada yang menyangka jika Vichai menjemput ajal di stadion yang menjadi markab dari klub sepakbola yang dimilikinya. Dia meninggal dalam sebuah kecelakaan helikopter.
Bersama Vichai ada tiga orang penumpang lainnya dan pilot yang juga tewas dalam kecelakaan itu.
Dilansir dari Celebrity Net Worth, Rabu 31 Oktober 2018, peristiwa nahas ini bermula dari Vichai yang ingin pulang ke rumahnya di London, Inggris. Ketika itu, dia telah menonton pertandingan Leicester di Stadion King Power, kandang Leicester.
Pria berusia 60 tahun ini memang rutin untuk menyaksikan pertandingan Leicester. Namun maut tak bisa dielakkan.
Usai pertandingan Leicester melawan West Ham. Helikopter yang ditumpangi Vichai berada di tengah lapangan untuk menjemputnya dan tiga orang pengawalnya. Beberapa detik setelah lepas landas, helikopter ini mengalami kecelakaan di luar stadion.
Sekadar informasi, Vichai merupakan orang terkaya ketiga di Thailand dan masuk daftar 400 orang terkaya di dunia. Hartanya mencapai US$5 miliar (Rp76,26 triliun). Dia mendapatkan kekayaan dari perusahaan ritelnya, King Power Duty Free.
Perusahaan yang didirikan tahun 1989 mencetak pendapatan sebesar US$2 miliar (Rp30,49 triliun) per tahun. Perusahaan itu merupakan yang terbesar di Thailand.
Sebagai fans klub sepak bola, Vichai membeli Leicester City pada 2010 sebesar US$50 juta (Rp762,26 miliar). Pada 2016, klub ini mencetak sejarah. Mereka memenangkan gelar Premier Leauge Champioship melawan raksasa-raksasa Inggris.
Setelah kemenangan ini, nilai Leicester menjadi US$500 juta (Rp7,62 triliun). Pada 2018, pendapatan tim mencapai US$300 juta (Rp4,53 triliun) dengan keuntungan US$100 juta (Rp1,52 triliun). Pada 2011, timnya merugi US$25 juta (Rp381,13 miliar) dan 2012 sebesar US$457,36 miliar.
Untuk mengapresiasi kemenangan tim, Vichai memberikan mobil BMW i8 untuk setiap pemain Leicester City. Nilai per mobil mencapai US$130 ribu (Rp1,98 miliar).
Pada 2018, Vichai mengembangkan kerajaan sepak bolanya dengan membeli tim Belgia, OH Leuven.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan