Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Kinerja Emiten Bikin Happy, Indeks Syariah Kembali Bertenaga

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 30 Oktober 2018 16:57
Kinerja Emiten Bikin Happy, Indeks Syariah Kembali Bertenaga
Ketiga indeks syariah bertahan di zona hijau.

Dream - Kinerja emiten yang memuaskan membuat investor cukup percaya diri melantai di bursa saham Indonesia. Aksi beli juga turut melanda pemodal asing yang melihat fundamental ekonomi cukup meyakinkan. 

Sentimen positif itu mendorong bursa saham Indonesia kembali bergerak ke zona hijau. Tiga indeks acuan saham syariah tak luput dari penguatan tersebut.

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 30 Oktober 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak naik 0,952 poin (0,55%) ke level 173,016.

ISSI bertahan di zona hijau setelah dibuka menguat di level 171,856. ISSI juga menyentuh level tertinggi di 171,421.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut berkembang dengan naik 7,796 poin (1,22%) ke level 644,771. Sementara indeks JII70 terangkat 1,764 poin (0,83%) ke level 213,167.

Hari ini laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cukup sumringah. Indeks acuan saham di tanah air itu menanjak 34,493 poin (0,59%) ke level 5.789,100.

1 dari 1 halaman

Saham Industri Jadi Primadona

Investor melirik saham industri, baik industri aneka maupun dasar. Saham kedua industri naik masing-masing naik 1,97 persen dan 1,37 persen. Kenaikan ini juga diikuti oleh saham keuangan sebesar 1,55 persen dan infrastruktur 1,28 persen.

Nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp2,8 triliun dari 27,56 miliar lembar saham. Pemodal asing melakukan transaksi di pasar saham syariah Indonesia hingga Rp2,07 triliun hingga sesi paska penutupan perdagangan.

Namun pelemahan masih terjadi pada beberapa indeks sektor saham. Pelemahan tertinggi dialami indeks sektor barang konsumsi yang tergerus 0,85 persen, pertanian 0,85 persen, properti 0,71 persen, dan barang konsumsi 0,68 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya terangkat Rp750, ASII Rp200, UNTR Rp200, MLPT Rp185, dan SRTG Rp160.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah TCPI yang harga sahamnya terkoreksi Rp500, INAF Rp290, DSSA Rp225, MKPI Rp200, dan BOSS Rp160.

Dari pasar uang, pada pukul 16.27, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah naik 22 poin (0,14%) ke level Rp15.244 per dolar AS.

Beri Komentar