Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Indeks Syariah Kompak Menguat Hari Ini.
Dream - Kinerja emiten yang memuaskan membuat investor cukup percaya diri melantai di bursa saham Indonesia. Aksi beli juga turut melanda pemodal asing yang melihat fundamental ekonomi cukup meyakinkan.
Sentimen positif itu mendorong bursa saham Indonesia kembali bergerak ke zona hijau. Tiga indeks acuan saham syariah tak luput dari penguatan tersebut.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 30 Oktober 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) bergerak naik 0,952 poin (0,55%) ke level 173,016.
ISSI bertahan di zona hijau setelah dibuka menguat di level 171,856. ISSI juga menyentuh level tertinggi di 171,421.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut berkembang dengan naik 7,796 poin (1,22%) ke level 644,771. Sementara indeks JII70 terangkat 1,764 poin (0,83%) ke level 213,167.
Hari ini laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cukup sumringah. Indeks acuan saham di tanah air itu menanjak 34,493 poin (0,59%) ke level 5.789,100.
Investor melirik saham industri, baik industri aneka maupun dasar. Saham kedua industri naik masing-masing naik 1,97 persen dan 1,37 persen. Kenaikan ini juga diikuti oleh saham keuangan sebesar 1,55 persen dan infrastruktur 1,28 persen.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp2,8 triliun dari 27,56 miliar lembar saham. Pemodal asing melakukan transaksi di pasar saham syariah Indonesia hingga Rp2,07 triliun hingga sesi paska penutupan perdagangan.
Namun pelemahan masih terjadi pada beberapa indeks sektor saham. Pelemahan tertinggi dialami indeks sektor barang konsumsi yang tergerus 0,85 persen, pertanian 0,85 persen, properti 0,71 persen, dan barang konsumsi 0,68 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya terangkat Rp750, ASII Rp200, UNTR Rp200, MLPT Rp185, dan SRTG Rp160.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah TCPI yang harga sahamnya terkoreksi Rp500, INAF Rp290, DSSA Rp225, MKPI Rp200, dan BOSS Rp160.
Dari pasar uang, pada pukul 16.27, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah naik 22 poin (0,14%) ke level Rp15.244 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan