Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Garima Sethi Rela Melepas Jabatan Tinggi Demi Menemani Bhavye Suneja Di Indonesia. (Foto: Akun Facebook @garima.sethi)
Dream – Nama Bhavye Suneja menjadi perhatian publik dalam kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat. Bhavye adalah pilot yang menerbangkan pesawat bernomor JT610.
Hingga saat ini Bhavye dan 188 orang penumpang Lion Air masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Belum diketahui apakah pria kelahiran India ini selamat atau tidak.
Bhavye adalah seorang pilot asal New Delhi, India. Dia menikahi seorang wanita India pada 2016 bernama Garima Sethi. Demi menemani sang suami, Garima memutuskan meninggalkan karier yang sedang dibangunnya dan pindah ke Indonesia.
Dilansir dari akun LinkedIn Garima, Selasa 30 Oktober 2018, wanita yang resmi menjadi istri Bhavye ini melepas pekerjaannya sebagai Accounts and Finance Manager di Indian Express pada Juni 2016.

Garima merupakan alumni B.com di PGDAV College, Delhi University. Dia merampungkan pendidikannya pada 2009 dan melanjutkan pendidikan di Chartered Accountancy Examination hingga lulus pada 2012.
Selepas menyelesaikan pendidikan, Garima mulai meniti karier dengan bergabung bersama Pary and Co sebagai auditor staturory.
Karier sebagai auditor dijalaninya selama tahun. Pada 2013, Garima memutuskan bergabung dengan ICICI Bank sebagai credit manager sampai Desember 2014.
Kemudian, Garima bergabung dengan Indian Express sebagai Accounts and Finance Manager sampai Juni 2016.
“ Setelah menikah, pindah ke Jakarta. Juga mencari peluang (kerja) baru,” tulis dia.
Dream - Bhavye Suneja, kapten pilot Lion Air JT-610, yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi 29 Oktober 2018, diketahui sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang.
" Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot Harvino telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang, ujar Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis.
Selain Bhavye dan Harvino, enam awak kabin lainnya yang bertugas pada pesawat Lion Air yang jatuh itu adalah Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.
Danang menambahkan, Lion Air sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan berkerjasama dengan instansi terkait serta semua pihak sehubungan dengan kejadian ini.
Terkait dengan kejadian ini Lion Air membuka crisis center di nomor telepon 021-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon 021-80820002. " Kami akan terus memberikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut" .
(ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya