Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Tiga Indeks Syariah Kompak Melemah Pada Senin, 29 Oktober 2018.
Dream - Indeks syariah tergelincir ke zona merah pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin 29 Oktober 2018. Tekanan jual pada saham-saham pertambangan membuat indeks syariah tiarap.
Investor kembali terpengaruh oleh sentimen perdang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang masih terus berlangsung.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,773 poin (0,48%) ke level 172,064. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat ke level 173,338 dan menyentuh level tertinggi di 174,110.
Namun penguatan ISSI tersebut tak bisa bertahan lama. Indesk acuan berisi ratusan saham syariah itu bergerak melemah dan sempat tergelincir ke level terendah 171,737.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga tak bisa melawan aksi jual investor dan ditutup melemah 3,113 poin (0,49%) ke level 636,975.
Sementara indeks baru saham syariah, JII70, merosot 1,258 poin (0,59%) ke level 211,403.
Lantai bursa di awal pekan ini memang bergerak melemah. Terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melorot 30,314 poin (5.754,607).
Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, investor tercatat melakukan transaksi sebanyak 23,81 miliar lembar saham. Nilai jual beli pemodal ini mencapai Rp2,38 triliun.
Investor asing cukup aktif melakukan transaksi jual beli saham namun didominasi aksi jual. Asing mencatat transaksi sebanak 91.907 kali dengan 5,277 miliar saham yang beralih tangan. Nilai transaksi mencapai Rp1,59 triliun
Mayoritas indeks sektoral melemah. Investor lebih suka melepas sahamnya di sektor pertambangan dan properti. Kedua indeks ini merosot 1,8 persen dan 1,33 persen.
Penguatan indeks industri aneka sebesar 0,73 persen dan infrastruktur 0,64 persen tak bisa menahan laju perdagangan.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah TCPI yang harga sahamnya naik Rp550, BSSR Rp200, BAYU Rp130, ASII Rp100, dan SCMA Rp90.
Sebaliknya, investor lebih suka melepas sahamnya di saham ITMG dan UNTR. Kedua saham ini anjlok Rp1.125 dan Rp1.075. Penurunan saham ini diikuti oleh SMGR yang harganya terkoreksi Rp325, AMFG Rp240, dan LPPF Rp210.
Dari pasar uang, pada pukul 16.09, nilai tukar dolar AS stagnan di level Rp15.216 per dolar AS.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan