Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Keluarga Penumpang Lion Air JT 610 Berdatangan Ke Crisis Center Lion Air. (Foto: Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream – Manajemen Lion Air memastikan pesawat yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat hari ini, Senin, 28 September 2018, dalam kondisi laik terbang. Penegasan itu disampaikan seiring bermunculannya kabar jika pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang bermasalah.
“ Pesawat ini terakhir terbang dari Denpasar ke Cengkareng dalam posisi rilis untuk terbang,” kata Direktur Umum Lion Air Grup, Edward Sirait, di Cengkareng, Banten, Senin 29 Oktober 2018.
Edward mengatakan sempat ada laporan masalah teknis pesawat. Pihaknya telah memperbaiki masalah teknis di pesawat Boeing 737 Max 8.
“ Kalau rusak, tidak mungkin dirilis terbang dari pesawat. Ketika dia mendarat, begitu ada laporan dari awak, kami langsung kerjakan,” kata dia.
Edward juga turut angkat bicara tentang pilot yang sempat meminta untuk kembali ke bandara keberangkatan sebelum pesawat nahas itu lenyap dari radar.
“ Saya yakin bekerja dengan prosedur yang ada. Ketika dia minta balik itu bagian dari prosedur,” kata dia.
Namun, Edward tidak mau menduga-duga.
“ Saya pikir nanti yang lebih berwenang adalah instansi yang bertugas. Kami tidak bisa berspekulasi karena ini menyangkut nyawa manusia,” kata dia.
Dream - Bhavye Suneja, kapten pilot Lion Air JT-610, yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi 29 Oktober 2018, diketahui sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang.
" Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot Harvino telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang, ujar Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis.
Selain Bhavye dan Harvino, enam awak kabin lainnya yang bertugas pada pesawat Lion Air yang jatuh itu adalah Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.
Danang menambahkan, Lion Air sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan berkerjasama dengan instansi terkait serta semua pihak sehubungan dengan kejadian ini.
Terkait dengan kejadian ini Lion Air membuka crisis center di nomor telepon 021-80820000 dan untuk infomasi penumpang di nomor telpon 021-80820002. " Kami akan terus memberikan informasi terbaru sesuai perkembangan lebih lanjut" .
(ism)
Dream - Pesawat Lion Air penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat
Sebanyak 189 orang yang terdiri dari penumpang dan kru pesawat berada dalam pesawat yang terbang pukul enam pagi dari Bandara Soekarno-Hatta itu.
Puing-puing pesawat ditemukan mengapung pada Senin pagi, 29 Oktober 2018 di lokasi jatuhnya pesawat.

Bedasarkan keterangan Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro, pesawat tersebut dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan copilot Harvino.
Selain itu, ada enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.
Citra merupakan salah satu dari 7 awak pesawat Lion Air, berikut nama-nama awak lainnya:
Pilot: Bhavye Suneja
Kopilot: Harvino
Senior Flight Attendant: Shintia Melina
Flight Attendant: Citra Novita Anggelia
Flight Attendant: Alfiani Hidayatul Solikah
Flight Attendant: Fita Damayanti Simarmata
Flight Attendant: Mery Yulyanda
Flight Attendant: Deny Maula
(ism)
Jika dilihat dari media sosial, salah seorang pramugari disebut-sebut seperti memberikan isyarat tanda perpisahan melalui postingan foto yang diunggah di dunia maya.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah unggahan terakhir Citra Novita Anggelia Putri.
Citra kerap mengunggah postingan religi di akun facebooknya. Dalam postingan terakhirnya pada 8 April 2018, Citra tampak mengunggah foto bandara dengan pesawat Lion Air.
Pada foto itu, Citra juga membubuhkan lafaz Allah disertai lambang cinta.
Melalui akun media sosialnya, Citra juga kerap membagikan kedekatannya dengan keluarga. Ia beberapa kali tampak berlibur bersama ibundanya dan adik laki-lakinya.
Citra adalah 1 dari 189 orang yang berada dalam penerbangan JT 610 dari Jakarta, yang tak pernah sampai ke tujuannya di Pangkal Pinang.

Pesawat yang dipiloti Capt. Bhavye Suneja itu berakhir perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat di dekat fasilitas milik PHE ONWJ.
Citra Novita Anggelia Putri merupakan alumni Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta.

Setelah lulus, Citra lalu melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Teknologi Kedigantaraan, Yogyakarta pada tahun 2012 lalu. Gadis kelahiran 6 November ini kemudian melanjutkan kariernya di Lion Air sebagai pramugari.
(ism, Sumber: Facebook.com/Citra Novita Anggelia Putri)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan