6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Properti Milik Marriot Residence Inn (sumber: Http://www.ripleasanton.com/)
Dream - Dengan dukungan modal yang cukup besar, perusahaan Timur Tengah mau tak mau harus melakukan ekspansi bisnis ke luar wilayah Arab Saudi. Sasarannya, tentu saja produk investasi yang memberikan untung besar di negara-negara Barat.
Langkah ini pula yang ditempuh Gatehouse Bank yang berbasis di London. Perusahaan yang bergerak di bisnis bank syariah Inggris ini, baru saja menyelesaikan pembelian Marriott Residence Inn, Manhattan, New York.
Hal itu diumumkan bank yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh perusahaan manajemen investasi syariah Securities House, yang berpusat di Kuwait.
Manajemen Gatehouse, dalam laporannya seperti dikutip Dream dari laman Arabianbusiness, Jumat, 22 Agustus 2014, melaporkan telah mengakuisisi properti dalam kemitraan dengan operator hotel yang berbasis di Amerika Serikat (AS). Sayang, Gatehouse menutup rapat nilai akuisisi tersebut.
The Residence Inn adalah hotel berlantai 17 yang terletak di pusat bisnis dan kawasan mahal New York, Manhattan. Properti ini memiliki 211 kamar standar dan beberapa kamar khusus termasuk studio, suite dan penthouse. Semua kamar dilengkapi dapur pribadi.
The Residence Inn adalah perpanjangan layanan dari Marriott International. " The Residence Inn dan pasar perhotelan Manhattan memiliki karakteristik investasi yang sangat menarik," kata Henry Thompson, CEO Gatehouse Bank.
Thompson yakinThe Residence Inn memiliki potensi dalam memanfaatkan permintaan pelancong bisnis maupun rekreasi sepanjang tahun karena letaknya yang cukup strategis. " Selain itu keterbatasan lahan untuk pembangunan hotel baru juga menguntungkan The Residence Inn," jelasnya.
Fahed Boodai, Chairman Gatehouse Bank, menambahkan, perusahaannya terus membangun rekam jejak yang sangat baik di Inggris dan pasar real estate AS. Gatehouse berhasil menjadikan dirinya sebagai pemimpin dalam menyediakan bisnis real estat yang berkualitas tinggi dan menguntungkan sepanjang masa terutama di sektor perhotelan, kantor, sekolah dan sektor industri. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya