Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tak Jarang Perusahaan Mengiklankan Lowongan Pekerjaan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Ada banyak cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk merekrut karyawan baru. Salah satunya adalah membuat iklan lowongan kerja di media online.
Tentu saja perusahan yang bersangkutan memberikan informasi seputar posisi jabatan yang dibuka. Tapi, ada satu iklan lowongan kerja yang membuat orang untuk mendaftar.
Dilansir dari Metro, Senin 9 Oktober 2017, sebuah perusahaan majalah bisnis membuka lowongan pekerjaan sebagai editor foto. Tapi, lowongan ini justru membuat orang enggan mendaftar.
Di iklan yang dimuat oleh situs Indeed, tertulis ada seorang editor foto bernama Melisa yang bekerja sendirian sebagai editor foto. Dia juga tak bisa menemukan kandidat yang pas sebagai editor lepas.
Padahal, dia memerlukan banyak tenaga untuk mengerjakan pekerjaan itu. “ Karena dia tak bisa menemukan orang untuk mengisi posisi ini, dia terpaksa mengerjakannya sendirian,” tulis perusahaan itu.
Di iklan itu, tertulis bahwa tim desain bisa saja menolong Melisa, tetapi perusahaan sudah memberikan tugas lain kepada tim tersebut. Rupanya, iklan ini merupakan e-mail internal yang terpublikasi.
Melihat iklan ini, terlihat ada anggapan bahwa manajemen perusahaan itu buruk. Hal ini terlihat dari tidak ada kerja sama yang kompak di internal perusahaan.
Tak hanya itu, perusahaan itu juga terkesan buruk karena mereka rela membayar editor foto dengan gaji US$40 ribu-US$50 ribu per tahun (Rp540,23 juta-Rp675,29 juta) daripada mempekerjakan editor foto lepas.
Di iklan itu, disebutkan perusahaan sedang melobi orang untuk menjadi seorang editor foto karena peduli dengan beban kerja Melisa. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya