Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Punya Bos Yang Suka Mendikte Itu Rasanya Menakutkan. (Foto: Shutterstock)
Dream – Mendapatkan bos yang terlalu mendikte itu menyebalkan. Jenis bos micromanage ini selalu mendikte pekerjaan yang dilakukan karyawan.
Bahkan, dia sering tak percaya dengan karyawan ketika mengerjakan tugas.
Saking “ horornya”, punya bos ini bisa menjadi mimpi buruk. Mulai dari masuk kantor sampai ke meja kerja, karyawan merasa seolah-olah diawasi dan diatur oleh bos micromanage.
Dilansir dari Lifehack, Sabtu 7 Oktober 2017, hal terpenting yang diperlukan adalah memahami kondisi mereka. Punya tugas yang berat dan mengawasi banyak orang juga bisa membuat mereka khawatir.
Perlu diingat, kekhawatiran ini bukan berarti pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan menjadi buruk. Tapi, kalau dibiarkan seperti ini, karyawan tidak bisa mengembangkan dirinya. Setiap langkah yang dilakukan pun harus seizin karyawan dan itu bisa menghambat karier secara profesional.
Kalau mendapatkan pimpinan seperti ini, apa yang harus dilakukan?
Yang pertama, prediksi pergerakan pimpinan. Setelah mendapatkan pimpinan ini, kamu akan terbiasa dengan permintaan harian bos. Jadi, lakukanlah tugas yang kerap diminta dan selesaikanlah sebelum mereka memintanya. Misalnya, mengirimkan update pekerjaan secara rutin. Dengan cara ini, perlahan-lahan kamu bisa mengurangi kendali yang dilakukan oleh bos.
Kedua, buat mereka percaya kepada kamu. Mencoba untuk melawan bos micromanage merupakan hal yang kontraproduktif. Terlebih, bos micromanage cenderung berpikir apa yang mereka lakukan itu sempurna. Bertanyalah kepada mereka tentang detail tugas. Kemudian, meminta mereka tugas yang bisa dilakukan sendiri. Jika berhasil dikerjakan, mereka akan mengerti bahwa kamu tak memerlukan pengawasan rutin dan menilai kamu lebih produktif jika diberi kebebasan.
Ketiga, bertanya tentang tanggung jawab. Untuk menghindari interupsi rutin, bicaralah dengan pimpinan dan meminta untuk mendata hal-hal yang menjadi tugas kamu, misalnya menulis laporan harian dan mengorganisasi berkas. Melakukan tugas secara rutin bisa mengurangi interupsi dari pimpinan.
Kelima, bertanya secara teperinci tentang tugas kamu. Mintalah penjelasan detail ketika bos memberikan suatu pekerjaan/proyek. Sikap ini akan memberikan penilaian dari mereka bahwa karyawan tersebut menyukai detail dan tahu tanggung jawabnya. Jangan lupa untuk bertanya kapan tenggat waktunya, apa yang harus dilakukan, dan apa yang tidak boleh. Ini juga akan menimbulkan kesan bahwa kamu memahami perhatian spesifik mereka terhadap suatu pekerjaan dan kesiapan diri untuk menggarap pekerjaan yang diberikan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya