Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Director General Cambridge-IIF, Humayun Dar (dua Dari Kanan), Menyebut Indonesia Naik Lima Peringkat Ke Ranking 1. (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafian)
Dream – Indonesia berhasil menggusur Malaysia sebagai negara penguasa pasar keuangan syariah dunia. Laporan yang dipublikasikan oleh Cambridge Intitute of Islamic Finance (Cambridge-IIF) memberikan skor Islamic Finance Country Index untuk Indonesia sebesar 81,93.
Penilaian yang dibuat dalam Global Islamic Finance Report (GIFR) 2019 mencatat skor IFCI Indonesia lebih tinggi dari Malaysia yang mencatat nilai 81,05, disusul Iran sebesar 79,03.
Director General Cambridge-IIF, Humayun Dar, menilai posisi Indonesia di urutan pertama indeks keuangan syariah dunia merupakan sebuah prestasi. Sebab, setahun sebelumnya, Indonesia hanya berada di urutan ke-6 dalam Pasar Keuangan Syariah Global.
" Tahun ini melibatkan 48 negara," kata Humayun di gedung Bappenas, Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019.
Dia menjelaskan, penentuan posisi pasar keuangan syariah global itu berdasarkan pada delapan indikator. Penilaian itu adalah jumlah bank syariah, unit usaha syariah, bank perkreditan rakyat syariah (BPRS).
Dari sisi non bank, jumlah asuransi syariah, sukuk serta efektivitas kinerja Dewan Syariah Nasional Bekerja (DSN).
Tak hanya itu, faktor penilaian juga mengarah pada pendidikan dan budaya, regulasi mengenai keuangan syariah.
" Yang paling penting juga support pemerintah dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS)," kata kata Humayun.
Dream – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan pelaku industri jasa keuangan syariah nasional membuat berbagai terobosan untuk bersiap menghadapi perkembangan yang semakin kompleks.
Selama dua dekade terakhir, OJK mencatat industri baru ini telah menggapai banyak capaian dan kemajuan. Capaian ini dilihat dari aspek kelembagaan, infrastruktur penunjang, regulasi dan sistem pengawasan, serta kesadaran dan literasi masyarakat terhadap layanan jasa keuangan syariah.
“ Perkembangan industri jasa keuangan yang cepat dan dinamis telah membuka peluang inovasi bagi industri keuangan syariah untuk lebih fokus pada nilai-nilai yang terkandung pada konsep Responsible Finance and Investment (RFI),” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, dalam pembukaan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) 2019 di Yogyakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 15 Oktober 2019.

Menurut Hoesen, salah satu potensi yang bisa digali adalah dana sosial wakaf, zakat dan sedekah yang bisa dipadukan dengan pengembangan produk dan jasa keuangan syariah.
Pengembangan potensi baru ini bisa tercapai jika didukung berbagai riset dan ide-ide kreatif dari akademisi ataupun masyarakat pelaku industri. OJK melihat area riset keuangan syariah relatif belum tersentuh.
Selain itu, OJK juga mengingatkan pelaku industri untuk berpedoman pada Master Plan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) yang disusun oleh Komite Nasional Keuangan Syariah.
Dream – Perkembangan teknologi saat ini tak bisa dibendung dan telah merambah ke seluruh sendi kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi yang pesat bisa memperbesar potensi ekonomi dan keuangan syariah.
“ Ini harus kita manfaatkan untuk memacu perkembangan industri halal dan keuangan syariah,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso, dalam “ Sharia Investment and Economic Summit 2019” di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 13 Mei 2019.
Wimboh mengatakan generasi milenial merupakan generasi yang inovatif, kreatif, dan melek teknologi. Generasi ini bisa menjadi mendorong pertumbuhan industri halal dan keuangan syariah.
“ Saya sangat berharap generasi muda kita ini menjadi mesin penggerak industri halal dan keuangan syariah kita,” kata dia.

Wimboh mengatakan teknologi bisa mempermudah dan mempercepat proses bisnis. Jangkauannya pun bisa semakin luas.
“ Di sektor jasa keuangan kita juga melihat transformasi yang telah dan akan terus terjadi, di mana saat ini kita mengenal istilah branchless banking, digital banking, insurtech dan futuready, online trading, investasi melalui marketplace dan e-money atau fintech payment,” kata dia.
Wimboh berharap generasi milenial bisa menjadi wirausahawan muda industri halal, investorm atau konsumen produk halal dan jasa keuangan syariah.
Dia mengungkapkan empat alasan generasi milenial bisa jadi motor industri halal dan keuangan syariah.
Pertama, berdasarkan data statistik Indonesia pada 2018, jumlah generasi milenilai pada usia 20 tahun—34 tahun lebih dari 100 juta orang. Jumlahnya akan meningkat jadi 4,7 miliar pada 2030.
Kedua, terdapat 142,6 juta penduduk pengguna internet. Ketiga, ada 177,9 juta penduduk menggunakan smartphone.
Keempat, jaringan tol langit akan segera menghubungkan seluruh wilayah Indonesia dengan akses internet cepat.
“ Kombinasi antara perkembangan teknologi dan besarnya penduduk muslim dan penduduk usia millenial, seharusnya dapat ditangkap oleh penggiat ekonomi syariah sebagai peluang untuk semakin mendorong perkembangan industri halal dan keuangan syariah,” kata dia. (ism)
Dream – Tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia masih rendah. Keberadaan industri 4.0 dan industri halal diprediksi bisa mengerek angka literasi keuangan syariah.
Dikutip dari keterangan tertulis BNI Syariah, Kamis 28 Maret 2019, berdasarkan data Otositas Jasa Keuangan (OJK), angka literasi keuangan syariah hanya 8 persen. Angkanya lebih rendah daripada literasi keuangan konvensional yang sebesar 30 persen.
Sementara itu, untuk inklusi keuangan syariah baru sebesar 11 persen. Angkanya lebih rendah daripada angka inklusi nasional yang sebesar 30 persen. Padahal, Indonesia merupakan negara yang penduduk Muslim-nya terbanyak di dunia.

Direktur Utama PT BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, mengatakan, keberadaan industri halal dan industri 4.0 bisa meningkatkan literasi keuangan syariah.
" Dengan adanya industri 4.0 dan potensi industri halal yang masih belum banyak berkembang diharapkan bisa meningkatkan literasi dan inklusi industri keuangan syariah," kata Firman dalam pidatonya di kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Surabaya, Jawa Timur.
Selain kuliah umum di UM Surabaya, BNI Syariah juga menggandeng kampus tentang produk dan jasa layanan perbankan, yaitu bisnis pembiayaan.
Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Pemimpin BNI Syariah Wilayah Timur, Imam Hidayat Sunarto ,dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sukadiono, di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Imam mengatakan perjanjian kerja sama ini terkait dengan fasilitas pembiayaan BNI Flexi iB Hasanah untuk karyawan dan dosen Universitas Muhamaddiyah Surabaya,
Potensi bisnis pembiyaaan di Universitas Muhammadiyah Surabaya ini cukup besar. Sampai saat ini, jumlah karyawan dan dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya masing-masing sebanyak 143 dan 294 orang.
Per 2018, BNI Syariah tercatat telah menyalurkan pembiayaan produktif ke Universitas Muhammadiyah Surabaya sebesar Rp25 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya