Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pemerintah melakukan penghematan besar-besaran dalam anggaran belanja pegawai. Lewat rasionalisasi, pemerintah bakal mengurangi jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga satu juta orang.
Target pengurangan jumlah PNS tersebut diharapkan tercapai pada 2019.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi bahkan telah meminta seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) untuk melakukan audit organisasi di instansi daerahnya masing-masing.
Audit ini merupakan langkah awal kebijakan rasionalisasi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya PNS, dan akan berujung pada pengurangan anggaran belanja pegawai.
" Dengan rasionalisasi pegawai ini, jumlah pegawai diperkirakan akan berkurang sampai satu juta orang," kata Yuddy mengutip laman menpan.go.id, Kamis, 10 Maret 2016.
Keputusan pemerintah untuk merasionalisasi jumlah PNS antara lain untuk menekan jumlah pegawai, memberikan ruang untuk merekrut Sumber Daya Manusia (SDM) yg lebih berkualitas dan kompetitif, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Rasionalisasi juga harus diimbangi dengan teknologi. Misalnya penggunaan sistem IT yg akan membuat efektif dan efisien dalam tata kelola pemerintahan juga memangkas birokrasi yang tidak efisien.
Terkait anggaran belanja pegawai, per Desember 2015, tercatat 244 kabupaten/kota mengalokasikan dana hingga di atas 50 persen dari anggarannya. Bahkan ada daerah dengan porsi anggaran belanja pegawai mencapai 70 persen dari APBD.
" Pasti untuk mengangkut sampah saja tidak mampu, pasti carut-marut kotanya," kata Yuddy.
Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja menambahkan rasionalisasi akan menurunkan anggaran belaja pegawai nasional hingga 33,8 persen menjadi 28 persen dari total APBN/APBD.
Setiawan membandingkan, pemerintah China telah berhasil menurunkan jumlah pegawai dalam tiga tahun dari 1997-2000. Penurunan ini dimulai dengan penataan kelembagaan, yakni pengurangan sekitar 30 persen lembaga di tingkat pusat dan 20 persen lembaga di tingkat provinsi.
" Tiongkok berhasilnya mengurangi 47 persen jumlah pegawai negerinya, dari sekitar 8 juta menjadi 4 juta pada tahun 2000," kata Setiawan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya