Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Areal Parkir Penuh Dengan Sepeda Motor (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Dream - Anggapan sepeda motor sebagai masyarakat kelas dua di jalan raya mungkin ada benarnya. Buktinya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui sampai kini tak ada kebijakan yang mengakui sepeda motor.
" Hingga saat ini belum ada kebijakan tentang sepeda motor," kata Direktur Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, I Gde Pasek Suardika seperti dikutip Dream dari laman dephub.go.id, Senin, 23 Februari 2015.
Menurut Gde Pasek, Kemenhub bersama sejumlah pihak terkait memang telah beberapa kali membahas kebijakan nasional sepeda motor. Dalam pembahasan tersebut muncul ide – ide seperti pembatasan wilayah, kecepatan dan penyediaan lajur khusus untuk sepeda motor.
Namun ide–ide tersebut sayangnya belum menjadi kesepakatan bersama untuk menjadi kebijakan nasional bagi sepeda motor.
“ Sesuai PP 32 tahun 2011, maka pelarangan sepeda motor di Jalan Thamrin dan Jalan Merdeka Barat Jakarta oleh Pemerintah DKI Jakarta itu legal. Ada payung hukumnya. Itu hanya ada di Jakarta, di daerah lain belum ada,” kata Gde Pasek.
Menurut Gde Pasek, berbagai kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya justru banyak melibatkan sepeda motor. Sebesar 70 persen kecelakaan melibatkan sepeda motor, baik sebagai penyebab maupun sebagai korban.
Padahal jika kebijakan sepeda motor dibuat, ia optimis masalah tersebut bisa ditangani dan kecelakaan lalu lintas akan turun.
“ Pengendara sepada motor yang menjadi korban sangat besar," kata Gde Pasek.
Ia mengungkakpkan, dalam pertemuan di Bangkok Thailand disimpulkan bahwa di negara–negara berkembang, sepeda motor merupakan pilihan sarana transportasi yang tidak bisa dihindari.
“ Di negara-negara berkembang yang angkutan umumnya belum memadai dan daya masyarakat belum tinggi, maka keberadaan sepeda motor sebagai pilihan yang tidak bisa dihindari, sepeda motor sebagai pilihan transportasi yang terpaksa digunakan,” papar Gde Pasek.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya