5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Bursa Efek Indonesia (ANTARAFoto.com)
Dream - Memanfaatkan sentimen positif dari kenaikan bursa Wall Street akhir pekan lalu, indeks saham acuan di Bursa Saham Indonesia bergerak menguat. Sempat tancap gas di awal perdagangan, indeks syariah kini cenderung bergerak flat.
Adanya kepastian penyelesaian utang Yunani menjadi kabar positif bagi pelaku pasar. Minimnya sentimen negatif juga membuat pelaku pasar sedikit nyaman menggelar transaksi jual beli saham usai melakukan aksi ambil untung akhir pekan lalu.
Pada pra pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 23 Februari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,455 poin (0,26%) ke level 172,980.
Kenaikan ini dipicu menguatnya harga saham dari 26 emiten syariah. Sisanya, 3 emiten ISSI bergerak melemah.
Di awal perdagangan ini, pelaku pasar telah mentransaksikan 41,89 juta saham syariah bernilai Rp 11,59 miliar.
Laju positif ISSI masih terus berlanjut di sesi pembukaan. Indeks berisi lebih dari 300 saham syariah ini kembali menanjak 0,625 poin (0,36%) ke level 173,150.
Pembukaan di zona hijau juga dibukukan indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) membuka sesi pra pembukaan dengan naik 2,330 poin (0,33%) ke level 717,689.
Sebanyak 34,45 juta saham unggulan syariah telah ditransaksikan pelaku pasar dengan nilai Rp 10,55 miliar.
Di sesi pembukaan, JII kembali naik 3,186 poin (0,45%) ke level 718,545.
Secara umum, bursa saham Indonesia memang masih dilanda aksi beli pelaku pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi pra pembukaan naik tipis 9,840 poin (0,18%) ke level 5.409,944.
Kali ini 33 emiten telah bergerak menguat dan 4 lainnya masih tertekan aksi jual.
Lantai bursa dipenuhi aksi jual beli 56,86 juta saham dengan dana berputar hingga Rp 24,49 miliar. Pemodal asing masih mempertahankan aksi beli usai mencetak nett but Rp 7,79 miliar.
Di sesi pembukaan, IHSG juga kembali menguat 13,100 poin (0,24%) ke level 5.413,204. Seluruh indeks saham juga memulai perdagangan dengan bergerak menguat. Meski kemudian emiten di sektor keuangan kembali tertekan aksi jual.
Kenaikan tertinggi dipimpim emiten infrastruktur yang nak 0,61 persen, diikuti properti 0,52 persen, pertanian 0,44 persen. Sementara emiten keuangan tertekan 0,06 persen.
Pembukaan di jalur positif tak lepas dari menguatnya sebagian besar indeks saham utama Asia di sesi pembukaan. Namun Indeks Hang seng saat ini mulai tertekan dan melemah 0,50 persen.
Sementara indeks Nikkei Jepang naik 0,83 persen dan Strait Times Singapura menguat 0,09 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?