Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kita selalu disuguhi kisah bahwa bisnis itu kejam. Siapa yang berani mengambil risiko dan menyingkirkan segala halangan tanpa ampun, akan meraih sukses.
Namun itu tidak selalu benar. Kebaikan dalam bisnis bukan kelemahan. Bahkan, kebaikan adalah salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki oleh setiap orang. Kebaikan mengarah ke hati yang terbuka, ke pemikiran, perasaan dan kemanusiaan yang luas.
Keluasan tersebut tidak hanya membuat hari-hari kita lebih bahagia dan lebih memuaskan, tetapi sebenarnya mengarah ke kreativitas dalam bisnis yang tidak ditemukan dalam keadaan mental penuh amarah dan kejahatan.
Seperti dikutip dari Enterpreneur, Minggu, 23 Agustus 2015, berikut ini lima alasan mengapa kita tidak boleh jahat dalam berbisnis:
1. Setiap perbuatan ada balasannya
Mereka yang jahat kepada orang lain akan diperlakukan dengan cara yang sama. Karyawan, investor, mitra dan perusahaan tidak akan tahan jika diperlakukan dengan cara yang tidak sopan dan itu akan berbalik kepada pelakunya.
Kata-kata dan tindakan dapat memiliki dampak besar pada orang lain, dan komentar kecil dapat memiliki efek yang abadi.
2. Kepemimpinan jahat menghasilkan tim yang jahat
Tidak ada yang ingin bekerja untuk bos yang jahat. Bersikap jahat kepada karyawan akan membangun lingkungan kerja yang jahat pula di mana yang jahat sukses dan yang baik berhenti kerja. Perlakukan karyawan dengan kebaikan dan rasa hormat untuk membangun suasana di mana seorang profesional benar-benar ingin bekerja.
3. Jahat dalam bisnis berarti jahat dalam kehidupan
Energi negatif tidak hanya memengaruhi salah satu bagian dari kehidupan. Ketidakramahan di kantor akan terbawa hingga di keluarga dan teman-teman di rumah. Energi negatif akan menyebar ke dalam semua aspek kehidupan. Mereka yang jahat dalam bisnis pada akhirnya akan jahat pula dalam segala sesuatu yang mereka lakukan -dan hidup ini terlalu singkat untuk menjadi negatif sepanjang waktu.
Menjadi jahat hanya akan menyakiti orang lain, sedangkan bersikap baik tidak memiliki efek negatif dan benar-benar dapat membuat situasi lebih baik.
4. Jahat adalah sifat tidak baik
Setiap orang memiliki kompas moral, dan jauh di lubuk hatinya pasti merasa salah. Melakukan hal jahat memunculkan perasaan tidak nyaman, dan semua hal negatif akan menjatuhkan orang yang jahat -dan mereka yang berada di sekitarnya.
Mereka yang jahat tidak bersikap jujur pada apa yang benar, sehingga mental mereka tidak seimbang. Mereka bekerja melawan sesuatu yang mereka ketahui benar, menciptakan ketidakharmonisan dalam diri mereka sendiri.
5. Energi negatif membatasi pertumbuhan bisnis
Ketidakramahan berasal dari energi negatif, dan itu menyesakkan. Energi negatif melumpuhkan ide, menyabotase hubungan dan mencegah pertumbuhan perusahaan.
Seorang profesional akan ragu-ragu untuk berbagi ide, mendiskusikan pendapat dan berbicara tentang masalah di tempat kerja atau industri dengan orang-orang yang jahat. Masukan dan kolaborasi sangat penting untuk bisnis yang sukses, dan tanpa mereka, perusahaan akan terhambat pertumbuhannya.
Inovasi berasal dari pikiran terbuka dan sikap positif, buka dari keburukan dan kata-kata kasar. Optimisme memungkinkan orang untuk mencapai hal-hal besar, tetapi energi negatif menghentikan mereka sebelum mereka memulai.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya