8 Cara Kenali Bisnis yang Diambang Kebangkrutan

Reporter : Ramdania
Kamis, 16 Juli 2015 16:00
8 Cara Kenali Bisnis yang Diambang Kebangkrutan
Kenali sinyal kebankrutan untuk mengambil langkah antisipasi.

Dream - Satu hari Anda sedang melihat produk Anda sedang laris. Anda berpikir untuk meningkatkan produksi dengan menambah modal dari tabungan. Namun saat memeriksa saldo, dana Anda tidak mencukupi untuk dijadikan modal.

Anda pasti sangat terkejut. Tidak hanya stres bertanya-tanya ke mana perginya uang itu dan bagaimana bisa berkurang banyak, Anda juga kehilangan peluang.

Bagaimana bisa mengatasi hal itu? Langkah terbaik adalah mengenali berbagai sinyal jauh sebelum berdampak pada kesehatan bisnis Anda. Berikut 8 langkah mengenal sinyal kebangkrutan seperti yang dikutip dari Enterpreneur, Kamis, 16 Juli 2015.

Selalu bersikap objektif tentang bisnis

Ada alasan mengapa seorang pengusaha disebut memiliki rasa optimis yang tidak rasional. Setelah semua darah, keringat dan air mata tertumpah saat membangun bisnis, Anda kemungkinan sulit untuk bersikap tetap obyektif tentang usaha Anda.

Namun, optimisme tak berujung akan membuat Anda rentan terhadap kehilangan besar dalam bisnis. Itulah mengapa sangat penting untuk secara teratur mundur dan melihat secara obyektif bagaimana bisnis berjalan secara finansial. Seperti apa kelemahan dan masalah bisnis Anda? Di mana Anda merasa paling terpukul terkait masalah keuangan?

Memupuk komunikasi terbuka dengan manajer senior

Biasanya karyawan, terutama yang berada di level manajer senior, dapat melihat bendera merah keuangan perusahaan jauh sebelum Anda menyadarinya. Itulah mengapa sangat penting untuk menumbuhkan jalur komunikasi dengan manajer senior dengan meminta umpan balik sesering mungkin. Minta mereka berbicara tentang isu-isu dan tanda-tanda peringatan yang bisa merugikan perusahaan.

Sewa seorang akuntan

Pemilik bisnis kecil biasanya enggan menyewa seorang akuntan. Selain menghemat anggaran, mereka selalu merasa mampu menangani masalah keuangan perusahaan. Tak menyewa akuntan memang dapat menghemat uang dalam jangka pendek, tetapi itu adalah sinyal untuk bencana dalam jangka panjang. Merekrut akuntan adalah pengeluaran yang diperlukan untuk kesehatan bisnis Anda.

Tinjau keuangan perusahaan secara teratur

Setelah menyewa seorang akuntan, langkah berikutnya adalah meminta mereka membuat laporan berkala yang bersifat objektif tentang keuangan perusahaan. Yang terbaik adalah membuat laporan keuangan sekali per kuartal.

Perhatikan keuangan Anda dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan untuk jangka waktu yang sama dari tahun ke tahun. Dengan memperhatikan bagaimana penjualan, marjin keuntungan, dan perubahan pertumbuhan dalam jangka waktu tertentu akan memberikan gambaran ke mana arah bisnis Anda.

Awasi pola pertumbuhan penjualan yang lambat

Mungkin pola pertumbuhan penjualan yang lambat menjadi indikator terbaik tentang bisnis Anda, karena bisa dilihat, jika Anda bisa melihatnya, dan langsung berpengaruh pada keuangan perusahaan. Jika tidak memperhatikan secara mendalam tentang pola ini, pemilik bisnis akan selalu menganggap pertumbuhan penjualan masih menunjukkan tanda positif.

Namun, dengan mengetahui bagaimana pertumbuhan penjualan dibandingkan dengan musim terakhir akan memberi petunjuk apakah Anda perlu mempertahankan tingkat penjualan yang sama dalam bisnis Anda.

Jika Anda melihat angka pertumbuhan sedikit tergelincir, cari cara untuk mendatangkan pendapatan baru jauh sebelum pertumbuhan yang lambat itu berubah menjadi penjualan stagnan.

Hati-hati ketika marjin keuntungan tergelincir

Tujuan berbisnis adalah mencari keuntungan. Namun jika biaya overhead lebih besar dan penjualan tidak naik, maka marjin keuntungan bisa menyusut dengan cepat. Bagi keuntungan bersih dengan penjualan Anda untuk menentukan marjin keuntungan bersih. Bandingkan jumlahnya dengan kuartal sebelumnya atau triwulan yang sama tahun-tahun sebelumnya.

Bagaimana margin keuntungan bersih Anda dibandingkan dengan apa yang telah Anda lakukan di masa lalu? Jika marjin menyusut, saatnya untuk mengurangi biaya overhead atau menemukan beberapa pelanggan baru untuk menutupinya.

Hati-hati dengan perputaran piutang yang rendah

Rendahnya perputaran piutang usaha dapat membunuh bisnis karena mengikat uang tunai dalam faktur yang belum dibayar oleh debitur. Untuk menghitung perputaran piutang usaha lakukan dengan membagi total penjualan kredit neto dengan piutang rata-rata. Kemudian bandingkan hasilnya dengan kuartal sebelumnya. Jika piutang tersebut lebih rendah dari sebelumnya, maka itu pertanda keuntungan perusahaan Anda kurang sehat.

Jangan remehkan arus kas

Banyak ahli keuangan mengatakan alasan utama sebuah bisnis pada akhirnya gagal bukan karena model bisnis yang cacat, namun karena masalah dengan arus kas. Bahkan jika bisnis Anda secara jangka panjang menguntungkan, jika Anda tidak memiliki cukup uang di tangan untuk menutupi biaya overhead, Anda tidak dapat bertahan hidup.

Jika Anda hampir tidak memiliki cukup uang tunai di tangan pada satu waktu untuk menangani biaya bulan depan, atau bahkan minggu depan, itu adalah indikator besar dari masalah yang akan segera muncul.

Beri Komentar