Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bank Syariah Sulit Kejar Konvensional, Ini Kendalanya

Reporter : Ramdania
Kamis, 17 Juli 2014 09:29
Bank Syariah Sulit Kejar Konvensional, Ini Kendalanya
Bekerja di bank syariah ini lebih bersifat ideologi, sayangnya pelakunya belum menanamkannya sebagai ideologi, masih sekadar pekerjaan.

Dream - Pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia yang relatif cepat ternyata belum mampu mengejar industri keuangan konvensional, yang lebih dulu tumbuh dan berkembang di tanah air. Hal ini diakui Pengamat Ekonomi Iman Sugema.

" Sesuatu yang baru itu perlu pengenalan, sekarang mulai kenal, tapi industri itu tidak bisa tumbuh dengan cepat, menyusul dalam semalam atau 10 tahun dengan industri konvensional," ujar Iman di Jakarta, Kamis, 17 Juli 2014.

Iman menjelaskan, pertumbuhan industri keuangan syariah rata-rata per tahun dalam 5 tahun terakhir sekitar 30 persen. Sementara pasar perbankan syariah mencapai 4 persen dan sekitar 1 persen untuk asuransinya.

" Saat ini perebutan pasar dengan bank konvensional belum terjadi, karena polanya masih menggerogoti pasar konvensional. Pasar bank syariah baru 4 persen, untuk bisa 10 persen saja butuh 15 tahun lagi," ungkapnya.

Menurut Iman, pergerakan keuangan syariah sulit untuk dipercepat lagi karena adanya keterbatasan modal dan Sumber Daya Manusia (SDM).

" Ini industri baru 15 tahun, tidak bisa gerak cepat atau lebih cepat lagi. SDM saat ini masih parah karena masih membajak dari konvensional. Nanti ketika ada tawaran lebih baik lagi di konvensional maka mereka akan keluar," jelasnya.

" Jadi belum ada keteguhan profesi, padahal syariah ini lebih bersifat ideologi, sayangnya pelakunya belum menanamkannya sebagai ideologi, masih sekadar pekerjaan," tambahnya.

Namun, Iman menilai pertumbuhan industri keuangan syariah ini juga tidak dapat dipaksakan karena tidak sesuai dengan prinsip syariah itu sendiri.

" Kalau mau tumbuh besar ya tinggal mensyariahkan bank besar seperti Bank Mandiri, jadi nasabahnya langsung jadi nasabah bank syariah, tapi kan itu tidak benar, jadinya memaksa, tidak alamiah. Jadi ya biarkan saja tumbuh alamiah dibantu dengan edukasi kepada masyarakat. Prinsipnya dalam penjualan produk itu kan tak kenal maka tak sayang," tandasnya. (Ism)

Beri Komentar