Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Muamalat
Dream - Pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia yang relatif cepat ternyata belum mampu mengejar industri keuangan konvensional, yang lebih dulu tumbuh dan berkembang di tanah air. Hal ini diakui Pengamat Ekonomi Iman Sugema.
" Sesuatu yang baru itu perlu pengenalan, sekarang mulai kenal, tapi industri itu tidak bisa tumbuh dengan cepat, menyusul dalam semalam atau 10 tahun dengan industri konvensional," ujar Iman di Jakarta, Kamis, 17 Juli 2014.
Iman menjelaskan, pertumbuhan industri keuangan syariah rata-rata per tahun dalam 5 tahun terakhir sekitar 30 persen. Sementara pasar perbankan syariah mencapai 4 persen dan sekitar 1 persen untuk asuransinya.
" Saat ini perebutan pasar dengan bank konvensional belum terjadi, karena polanya masih menggerogoti pasar konvensional. Pasar bank syariah baru 4 persen, untuk bisa 10 persen saja butuh 15 tahun lagi," ungkapnya.
Menurut Iman, pergerakan keuangan syariah sulit untuk dipercepat lagi karena adanya keterbatasan modal dan Sumber Daya Manusia (SDM).
" Ini industri baru 15 tahun, tidak bisa gerak cepat atau lebih cepat lagi. SDM saat ini masih parah karena masih membajak dari konvensional. Nanti ketika ada tawaran lebih baik lagi di konvensional maka mereka akan keluar," jelasnya.
" Jadi belum ada keteguhan profesi, padahal syariah ini lebih bersifat ideologi, sayangnya pelakunya belum menanamkannya sebagai ideologi, masih sekadar pekerjaan," tambahnya.
Namun, Iman menilai pertumbuhan industri keuangan syariah ini juga tidak dapat dipaksakan karena tidak sesuai dengan prinsip syariah itu sendiri.
" Kalau mau tumbuh besar ya tinggal mensyariahkan bank besar seperti Bank Mandiri, jadi nasabahnya langsung jadi nasabah bank syariah, tapi kan itu tidak benar, jadinya memaksa, tidak alamiah. Jadi ya biarkan saja tumbuh alamiah dibantu dengan edukasi kepada masyarakat. Prinsipnya dalam penjualan produk itu kan tak kenal maka tak sayang," tandasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya