Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Di tengah indeks Nikkei dan Shanghai yang melemah, bursa saham Indonesia mampu mempertahankan penguatannya hingga sesi penutupan perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan kembali menembus level 5.100.
Pemodal asing yang awalnya berhati-hati mengambil posisi, berbalik melakukan aksi beli saham. Nett buy asing pada sesi penutupan mencapai Rp 837,45 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 16 Juli 2014, IHSG menguat 43,1 poin (0,85%) ke level 5.113,93. Transaksi perdagangan saham kali ini mencapai Rp 7,46 triliun.
Naiknya harga saham dari 248 emiten membawa IHSG mencetak penguatan tertinggi di kawasan Asia.
Aksi beli saham yang dilakukan pemodal juga membawa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) kembali menguat. Nyaman di zona hijau sejak sesi pembukaan, indeks ISSI ditutup menguat 1,54 poin (0,93 persen) ke level 167,81.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini melibatkan 46,1 miliar efek dengan nilai menembus Rp 4,94 triliun.
Kenaikan signifikan juga dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), dengan menguat 6,29 poin (0,91 persen) ke level 694,49.
Ramainya saham keping biru syariah yang menguat sempat membuat indeks JII menembus level 698,84. Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,25 triliun.
Dari kawasan regional, indeks Nikkei Jepang bergerak ke zona merah dengan melemah 0,1 persen. Koreksi juga melanda indeks SSEC Shanghai yang melanda 0,15 persen.
Sementara itu kurs rupiah masih terus bergerak melemah dalam beberapa hari terakhir. Rupiah terkoreksi 35 poin (0,3%) ke level 11.771 per dolar AS.
Pada perdagangan kali ini, saham-saham pencetak kenaikan harga tertinggi dihuni oleh ICBP yang menguat Rp 525, ITMG Rp 300, INTP Rp 250, CPIN Rp 200, dan PGAS Rp 175 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya