Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pengelolaan Uang
Dream - Krisis keuangan 2008 memberi pelajaran yang sangat berharga mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang tepat demi menghadapi situasi sulit yang datang tiba-tiba.
Memiliki perencanaan keuangan menjadi penting karna bisa menyelamatkan hidup dari bencana moneter serta menjamin kelangsungan ekonomi hingga masa depan.
Menabung lebih banyak dan memiliki pengetahuan tentang keuangan adalah langkah pertama dalam perencanaan keuangan. Namun masih banyak prinsip yang harus dipatuhi untuk menjamin keuangan pribadi Anda benar-benar kuat.
Mengutip laman Arabnews, Rabu, 16 Juli 2014, berikut adalah 4 pertimbangan untuk mengendalikan dan memperkuat keuangan pribadi Anda:
1. Menabung secara cerdas untuk masa depan
Karena pasar yang tidak bisa dikendalikan, setiap orang harus memulai dengan meningkatkan kebiasaan menabung agar bisa memiliki modal yang besar di masa depan. Sebuah survei terbaru oleh National Bonds GCC Savings Index menemukan 72 persen orang Saudi tidak menabung secara teratur dan 92 persen yakin tidak akan memiliki dana cukup saat pensiun.
Namun kegagalan untuk menabung tersebut tidak harus menjadi kebiasaan. Carilah cara agar bisa mendorong Anda menabung dengan teratur. Menabung dengan nominal yang kecil tapi teratur lebih memiliki dampak yang dahsyat di masa depan. Disiplin dalam menabung menjamin tersedianya dana, baik sekarang dan di saat pensiun.
2. Siapkan dana untuk yang tak terduga
Memiliki tabungan yang cukup untuk keadaan tak terduga bisa membantu Anda menjaga investasi jangka panjang lainnya tetap di jalurnya. Para ahli merekomendasikan untuk menyimpan dana dalam bentuk yang paling likuid seperti reksa dana dan pasar uang dengan jangka waktu setidaknya enam sampai delapan bulan.
Menggunakan dana pensiun untuk membayar biaya tak terduga akan menyebabkan investasi jangka panjang Anda mengalami kemunduran. Akibatnya, upaya untuk mengembalikan ke keadaan semula butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Tentu ini yang patut dihindari, terutama jika Anda sedang dalam masa mendekati waktu pensiun.
3. Memikirkan kembali risiko
Investor yang hati-hati selalu mempertimbangkan hasil dan risiko dari keputusan investasi jangka panjang. Jika hanya fokus pada hasil saja, investor harus siap terjebak dalam kesulitan yang terkadang tidak bisa dihadapinya. Sedangkan jika fokus pada risiko saja investor akan kehilangan banyak peluang yang mungkin bisa membuatnya lebih kaya.
Investor paling ahli sekali pun kadang merasa stres jika menyaksikan krisis moneter yang menguapkan kekayaan portofolionya. Akibatnya, banyak investor cepat-cepat keluar dari pasar atau berubah haluan ke bentuk investasi yang lebih konservatif lainnya.
Bagi investor yang mengutamakan keseimbangan hasil dan risiko, kondisi ini bisa dihadapi dengan tersenyum. Meski pun kehilangan banyak dana di awal krisis, namun para investor ini diuntungkan oleh pemulihan ekonomi. Sebaliknya, para investor yang melarikan diri dari pasar saham demi menyelamatkan uang atau memilih investasi dengan hasil rendah tidak mendapatkan peluang itu.
4. Jangan pergi sendiri
Satu pelajaran terakhir untuk menghindari keterpurukan adalah menyewa perusahaan jasa layanan pengelola kekayaan (wealth management) yang profesional. Untuk membantu melepas tekanan dalam mengelola investasi di pasar yang bergejolak, investor mungkin mempertimbangkan memiliki portofolionya dikelola secara profesional.
Layanan wealth management akan memberikan manfaat seperti memberi saran diversifikasi usaha, pengelolaan aset dan gaya investasi semua dalam satu portofolio.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya