Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Pemodal lokal kembali unjuk gigi. Kepercayaan diri investor lokal pada saham-saham konstruksi dan properti membawa indeks bursa saham kembali menguat signifikan.
Di sisi lain, investor asing tampak masih berhati-hati menginvestasikan dana di pasar saham Indonesia. Asing sore ini menutup perdagangan dengan nett buy Rp 286,23 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Selasa, 15 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 49,75 poin (0,99%) ke level 5.070,82.
Aksi beli pemodal lokal ini melibatkan 49,72 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,08 triliun. Sebanyak 202 emiten bergerak di zona hijau sementara 119 lainnya melemah.
Penguatan juga dialami dua indeks acuan saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesa (ISSI) ditutup menguat 1,77 poin (1,08%) ke level 166,26.
Gerak ISSI yang nyaman di zona hijau telah membawa 127 emten syariah mencetak kenaikan harga saham. Sementara 66 lainnya masih belum bisa beranjak dari zona merah.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai 30,78 miliar saham dengan nilai menembus Rp 3,37 triliun.
Sementara itu, 20 emiten syariah bluechips juga membawa indeks Jakarta Islamic Index (JII) menembus zona hijau. Indeks JII menguat 8,48 poin (1,25%) ke level 688,19.
Indeks bursa saham nasional kali ini bergerak kompak dengan menghijaunya bursa saham regional. Indeks Nikkei dan Hang Seng tercatat menguat 0,64 persen dan 0,49 persen.
Emiten ritel UNVR memimpin daftar pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) dengan menguat Rp 975, diikuti SMGR Rp 275, INTP Rp 225, ASII Rp 100, dan JSMR Rp 100 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya