Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Sentimen Regional Angkat Indeks Syariah ke Zona HIjau

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 15 Juli 2014 09:55
Sentimen Regional Angkat Indeks Syariah ke Zona HIjau
Pemodal asing masih melakukan aksi beli saham meski dengan nilai yang semakin menurun.

Dream - Bursa saham Indonesia kembali menapak zona hijau setelah dua hari perdagangan terakhir merayap di teritori negatif. Menguatnya bursa saham regional menjadi sentimen bagi gerak indeks kali ini.

Meski terbilang sangat minim, pemodal asing masih melakukan aksi beli saham. Nett buy asing hingga 45 menit perdagangan saham telah mencapai Rp 93,7 miliar.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa, 15 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 11,89 poin atau 0,24 persen menjadi 5.032,95.

Penguatan IHSG masih terus berlanjut hingga sesi pembukaan dimana indeks menguat 18,17 poin (0,35%) ke level 5.039,43.

Pagi ini gerak emiten-emiten bursa diwarnai penguatan harga saham. Hingga pukul 9.45 WIB, sebanyak 150 saham bergerak menguat sementara 58 lainnya mengalami koreksi.

Sentimen regional juga menjalar pada laju Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang dibuka menguat ke level 164,94. ISSI saat ini masih terus berjalan di zona merah dan sempat menembus posisi tertinggi di level 165,52.

Menguat harga saham dari 105 emiten syariah membawa indeks ISSI bergerak nyaman di zona hijau. Transaksi perdagangan melibatkan 7,22 miliar saham beralih tangan dan uang yang berputar mencapai Rp 620,16 miliar.

Kondisi yang sama terjadi di daftar indeks saham bluechips syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) menguat ke level 682,3 dan menyentuh posisi tertinggi 684,84.

Sebanyak 21 emiten bluechips syariah bergerak menguat sementara 5 lainnya masih tertinggal di zona negatif.

Kepala Riset PT Trust Securities, Reza Priyambada dalam ulasannya mengatakan pelaku pasar kemarin memang masih dilanda aksi ambil untung pelaku pasar.

Pasar juga sudah mulai meninggalkan sentimen Pilpres yang sempat membawa IHSG menembus level 5.100.

" Belum tertutup sempurnanya utang gap 4918-5008 dapat memicu pelemahan lanjutan. Tetapi setidaknya laju bursa saham global dapat menahan pelemahan yang akan terjadi," katanya. (Ism)

Beri Komentar