Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Aksi Beli Asing Berkurang, Indeks Syariah Masih Loyo

Reporter : Syahid Latif
Senin, 14 Juli 2014 16:24
Aksi Beli Asing Berkurang, Indeks Syariah Masih Loyo
Pemodal asing perlahan-lahan mulai mengurangi aksi beli saham di tengah aksi tunggu pasar terhadap hasil Pilpres 2014.

Dream - Pasar modal Indonesia benar-benar melakukan konsolidasi setelah menguat signifikan akibat 'efek' Jokowi. Selain saham properti dan infrastruktur, indeks saham menutup perdagangan awal pekan di zona merah.

Koreksi bursa saham Indonesia ini berseberangan dengan sejumlah indeks saham utama seperti Nikkei dan Hang Seng, yang menguat masing-masing 0,88 persen dan 0,49 persen.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 14 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 11,53 poin (0,23%) ke level 5.021,06.

Pelemahan indeks kali ini diikuti aksi beli asing yang mulai berkurang. Pemodal asing awal pekan ini hanya membelanjakan dana sekitar Rp 359,45 miliar.

" Pasar memang masih fragile. Net buy asing juga masih turun terus. Regional juga sedang tidak jelas," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.

Melemahnya IHSG membuat hampir semua indeks saham melaju di zona merah. Iindeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index juga melemah dengan koreksi masing-masing 0,12 persen dan 0,14 persen.

Turunnya harga saham dari 103 emiten syariah menyeret indeks ISSI terkoreksi 0,2 poin ke level 164,49 poin. Dengan 38,41 miliar saham yang beralih tangan, transaksi perdagangan kali ini mencetak nilai Rp 3,15 triliun.

Meski melemah, indeks ISSI sempat bergerak ke zona hijau dan mencapai posisi terkuat di 165,41.

Sementara itu, indeks saham bluechips syariah, JII, juga mencetak koreksi 0,14 poin ke level 679,71.

Gerak emiten bluechips syariah awal pekan ini didominasi koreksi harga dari 15 saham syariah dan hanya 8 emiten yang bergerak menguat.

Daftar pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) emiten syariah awal pekan ini dihuni oleh UNTR yang menguat Rp 225, EXCL Rp 125, PGAS Rp 50, BSDE Rp 45, dan WIKA Rp 45 per saham. (Ism)

Beri Komentar