Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Pasar modal Indonesia benar-benar melakukan konsolidasi setelah menguat signifikan akibat 'efek' Jokowi. Selain saham properti dan infrastruktur, indeks saham menutup perdagangan awal pekan di zona merah.
Koreksi bursa saham Indonesia ini berseberangan dengan sejumlah indeks saham utama seperti Nikkei dan Hang Seng, yang menguat masing-masing 0,88 persen dan 0,49 persen.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 14 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 11,53 poin (0,23%) ke level 5.021,06.
Pelemahan indeks kali ini diikuti aksi beli asing yang mulai berkurang. Pemodal asing awal pekan ini hanya membelanjakan dana sekitar Rp 359,45 miliar.
" Pasar memang masih fragile. Net buy asing juga masih turun terus. Regional juga sedang tidak jelas," kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya.
Melemahnya IHSG membuat hampir semua indeks saham melaju di zona merah. Iindeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index juga melemah dengan koreksi masing-masing 0,12 persen dan 0,14 persen.
Turunnya harga saham dari 103 emiten syariah menyeret indeks ISSI terkoreksi 0,2 poin ke level 164,49 poin. Dengan 38,41 miliar saham yang beralih tangan, transaksi perdagangan kali ini mencetak nilai Rp 3,15 triliun.
Meski melemah, indeks ISSI sempat bergerak ke zona hijau dan mencapai posisi terkuat di 165,41.
Sementara itu, indeks saham bluechips syariah, JII, juga mencetak koreksi 0,14 poin ke level 679,71.
Gerak emiten bluechips syariah awal pekan ini didominasi koreksi harga dari 15 saham syariah dan hanya 8 emiten yang bergerak menguat.
Daftar pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) emiten syariah awal pekan ini dihuni oleh UNTR yang menguat Rp 225, EXCL Rp 125, PGAS Rp 50, BSDE Rp 45, dan WIKA Rp 45 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya