Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pekerja sektor publik dan swasta di Negara Arab telah meminta pemerintah untuk meninjau kembali jam kerja umat Islam di bulan Ramadan. Hal ini guna meningkatkan produktivitas mengingat adanya perubahan malam karena adanya sahur.
Berdasarkan berita dari Arab News yang dikutip, Senin 14 Juli 2014, para pekerja tersebut pengkajian perubahan jam kerja harus dilakukan dengan memperhitungkan perubahan rutinitas dan jam tidur selama bulan puasa.
Para pekerja mengaku tidak fokus dalam mengerjakan pekerjaan mereka terutama pada awal bulan Ramadan.
Ali Hazaa, salah seorang pekerja di perusahaan swasta mengatakan dia kesulitan untuk membiasakan diri dengan jadwal kerja yang berbeda di bulan Ramadan karena dirinya juga belum terbiasa tidur di awal waktu sebelum sahur. Hal ini menyebabkan dirinya lesu saat bekerja.
" Akan lebih baik saat Ramadan dijadikan hari libur sehingga para pekerja bisa memiliki waktu yang cukup untuk beribadah, atau setidaknya ada jam kerja malam sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan baik tanpa penundaan," ujarnya.
" Saya pikir akan lebih baik jika jam kerja dipindahkan ke malam hari selama bulan Ramadan sehingga pekerja tidak malas dan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik," ujar salah seorang pekerja, Saleh Al Hamadi.
Sementara pekerja lain mengaku bulan Ramadan tidak memengaruhi produktivitas mereka.
" Saya mendukung kebutuhan pegawai selama bulan Ramadan, terutama 10 hari terakhir di bulan Ramadan untuk melaksanakan kewajiban urusan sosial dan ibadah," jelas Hassan Alqani.
Ahmed Eid menilai para pekerja memang butuh adaptasi untuk mendapatkan keseimbangan waktu dalam bulan Ramadan.
" Tidak diragukan lagi, produktivitas pekerja menurun selama bulan Ramadan karena alasan biologis. Namun, jika dimulai pukul 10 pagi, saya rasa lebih baik dibandingkan masuk pukul 7 pagi," ujarnya.
Untuk itu, perlu perbaikan di lembaga pemerintah guna meningkatkan produktivitas.
" Sangat sulit di lembaga pemerintah karena pegawainya lebih sedikit sehingga penyelesaian dokumen membutuhkan waktu lebih lama," tegas Ahmed Asiri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya