Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Usai Ramadan, Hotel di Saudi Pesta Diskon

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 13 Juli 2014 11:30
Usai Ramadan, Hotel di Saudi Pesta Diskon
Usai Ramadan tahun ini, para pengelola hotel di Arab Saudi bakal memotong besar-besaran tarif sewa kamar. Apa pemicunya?

Dream - Hotel-hotel di Mekah, Arab Saudi terpaksa memotong tarif kamar setelah Ramadan akibat pengurangan kuota haji dan kekhawatiran masih merebaknya virus MERS.

Pemerintah Arab Saudi diperkirakan hanya akan mengeluarkan visa haji sama seperti tahun lalu, karena renovasi Masjidil Haram masih terus berlangsung.

Tahun lalu, 1,3 juta jamaah internasional dan 600.718 jamaah lokal melakukan ibadah haji. Angka tersebut turun masing-masing dari 1,7 juta dan 1,4 juta pada tahun 2012.

Ibadah haji tahun ini dijadwalkan berlangsung antara 3 dan 9 Oktober. Namun untuk musim haji terbentang mulai 20 September hingga 15 Oktober.

Operator tour haji dan umroh berharap akan ada sekitar 1,5 juta jamaah internasional dan domestik tahun ini.

Rashid Aboobacker, konsultan senior di TRI Hospitality Consulting seperti dikutip dari thenational.ae, Minggu, 13 Juli 2014 mengatakan pemotongan kuota haji dan isu MERS berpengaruh negatif terhadap dunia pariwisata, terutama bagi kota-kota religius seperti Mekah dan Madinah.

Kekhawatiran ini juga mempengaruhi kunjungan wisata di kota lainnya seperti Jeddah yang sebagian wilayahnya dialiri Laut Mati.

" Beberapa hotel mewah melaporkan penurunan penerimaan tamu yang tajam, khususnya pelancong independen yang didominasi orang-orang kaya. Kemungkinan itu disebabkan oleh isu MERS yang merebak di negara ini," katanya.

Menurutnya, para pelaku bisnis perhotelan di Mekah mengeluhkan penurunan lebih tajam lagi tahun ini.

" Meski pun pelaku wisata memproyeksikan potensi kerugian yang sangat besar karena pemotongan kuota haji oleh pemerintah, kami yakin efeknya mungkin tidak terlalu parah karena kenaikan visa umrah selama periode puncak haji," kata Aboobacker.

Menurut data TRI, selama lima bulan pertama tahun ini, tarif kamar rata-rata di Mekah turun sebesar 10 persen hingga 15 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Khalid Saad Al Kalashany, manajer keuangan Mawasim Tours mengatakan pemotongan kuota haji telah mengakibatkan kerugian yang signifikan.. Perusahaan yang berbasis di Mekah ini menyelenggarakan haji dan wisata umroh.

" Tarif kamar hotel yang kami jual harganya sangat rendah. Bahkan kami masih memiliki banyak kamar kosong," katanya. Ditambahkan Kalashany, bisnis tahun ini merosot. Perusahaannya hanya bisa memberangkatkan 90.000 jamaah untuk haji dan umroh, turun dari 150.000 jamaah haji tahun lalu.

Ketakutan akan MERS juga menjadi faktor menjauhnya jamaah untuk pergi ke Mekah dan Medinah, terutama untuk kategori tour mewah, tambah Kalashany. (Ism) 

Beri Komentar