Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Susah Cari PRT, Banyak Warga Saudi Rela Bayar Mahal

Reporter : Syahid Latif
Minggu, 13 Juli 2014 06:00
Susah Cari PRT, Banyak Warga Saudi Rela Bayar Mahal
Tak hanya Indonesia, penduduk Arab Saudi juga kelimpungan mencari pembantu rumah tangga selama bulan Ramadan. Solusinya, gaji besar disiapkan untuk merayu para pencari kerja.

Dream - Banyaknya tenaga kerja asing yang mengadu nasib sebagai pembantu rumah tangga telah membuat penduduk Arab Saudi memiliki ketergantungan sangat tinggi. Terbukti pada Ramadan kali ini, para majikan kelimpungan karena ditinggal pembantu pulang kampung

Abdul Rahman Al-Shalash, seperti dikutip Dream dari laman Saudigazette, Minggu, 13 Juli 2014, mengungkapkan banyak keluarga di Arab Saudi kesulitan mencari PRT selama bulan puasa ini. Untuk memikat tenaga informal ini, mereka rela membayar mahal bagi siapa saja yang berminat menjadi pembantu rumah tangga di keluarga mereka.

Selama bulan Ramadan, kesibukan pekerjaan rumah tangga memang meningkat menjadi dua kali lipat. Sementara pekerja yang baik adalah yang mampu mengurusi semua tanggung yang dibebankan kepadanya. Pembantu rumah tangga jenis ini tentunya sangat jarang didapatkan.

Sudah menjadi tradisi di Arab Saudi, jika seorang majikan perempuan memiliki pembantu rumah tangga yang baik, dia akan " menyembunyikan" pembantunya itu dari majikan lainnya. Mereka takut pembantunya itu dibajak majikan lainnya dengan menawarkan gaji yang lebih tinggi dan kondisi kerja yang lebih baik.

Jika tidak hati-hati, pembantu rumah tangga tersebut akan meminta visa keluar secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Sudah dipastikan, pembantu tadi telah membuat perjanjian dengan majikan Saudi lain yang menawarkan visa rekrutmen yang dapat mereka gunakan untuk kembali ke Saudi dengan cepat.

Bahkan untuk menaikkan pendapatan, para pembantu rumah tangga tak segan-segan melarikan diri dari perusahaan jasa tenaga kerja yang membawa mereka ke Arab Saudi. Mereka kemudian pindah ke negara-negara Teluk lainnya di mana mereka mendapat gaji lebih tinggi dan kondisi kerja yang lebih baik.

Negara-negara Teluk lainnya memang telah menjadi pesaing nyata dari Arab Saudi dalam dunia rekrutmen pembantu rumah tangga. Banyak pembantu rumah tangga dan sopir di Saudi tak sabar untuk pindah ke negara-negara ini.

Syarat pembantu rumah tangga baik di Saudi adalah menjaga kebersihan, taat, bisa bekerja lama dan di bawah tekanan, merawat anak-anak dengan baik, bersedia mendapat istirahat sedikit, pandai memasak, pintar mencuci dan setrika, tidak menggunakan ponsel dan menjaga kesehatan dirinya.

Ada sejumlah faktor yang telah menyebabkan penurunan jumlah pembantu rumah tangga yang baik dan peningkatan yang buruk. Antara lain, ingin mendapatkan gaji yang lebih tinggi, penangguhan rekrutmen dari Indonesia dan harga tinggi yang telah menciptakan pasar gelap untuk pembantu rumah tangga.

Mungkin sulit untuk membayangkan, tapi gaji pembantu rumah tangga yang baik selama Ramadan bisa lebih dari 4.000 riyal atau Rp 12,35 juta. Tapi pendapatan itu belum termasuk biaya-biaya lainnya seperti izin tinggal dan biaya transfer dari sponsor yang bisa mencapai 30 ribu hingga 40 ribu riyal .

Tentu saja, ini adalah tragedi nyata bagi beberapa keluarga Saudi yang dipaksa menyambut Ramadan tanpa pembantu rumah tangga. Puasa mereka mungkin tidak lengkap tanpa pembantu rumah tangga Indonesia untuk membantu mereka.

Beri Komentar