Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Sentimen efek Jokowi jilid II yang sudah berlangsung dua hari terakhir, pelan-pelan meredup. Dengan masifnya aksi ambil untung pelaku pasar, bursa saham Indonesia akhirnya longsor ke zona merah.
Koreksi indeks bursa saham nasional juga semakin besar ditengah sentimen negatif dari kawasan regional. Indeks Hangseng dan Nikkei masing-masing melemah 0,02 persen dan 0,35 persen.
Meski penuh sentimen negatif, pemodal asing justru mencoba mencari untung dengan menggelar aksi belanja saham. Nett buy asing jelang akhir pekan ini mencapai Rp 2,88 triliun.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 11 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir 65,41 poin (1,28%) ke level 5.032,59. Meski bergerak di zona merah, indeks masih bertahan di level 5.000 dengan posisi terendah 5.002,98.
Terpuruknya IHSG ke zona merah ikut berimbas pada pergerakan indeks saham lainnya. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ikut terkoreksi 2,52 poin (1,51%) ke level 164,69.
Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang turun 13 poin (1,88%) ke level 679,85.
Di perdagangan jelang akhir pekan ini, transaksi jual beli saham syariah mencapai 45,41 miliar saham dengan nilai menembus Rp 5,66 triliun.
Sebanyak 142 emiten syariah bergerak di zona merah sementara 58 lainnya masih sanggup menguat di tengah pasar yang terkoreksi dalam.
Di jajaran saham bluechips syariah, tercatat hanya ada 3 emiten yang bergerak menguat. Ketiga emiten tersebut adalah INTP yang menguat Rp 225, MNCN Rp 75, dan INDF Rp 25 per saham.
Sementara daftar pencetak koreksi harga saham tertinggi dialami oleh UNTR yang melemah Rp 1.100, UNVR Rp 1.000, AALI Rp 650, PTBA Rp 475, dan ITMG Rp 400 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya