Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dibuka Melemah, Indeks Syariah Dilanda Aksi Ambil Untung

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 11 Juli 2014 10:09
Dibuka Melemah, Indeks Syariah Dilanda Aksi Ambil Untung
Euforia Jokowi II diperkirakan hanya akan berlangsung selama 2-3 hari. Pemodal diimbau waspada.

Dream - Kenaikan signifikan indeks bursa saham nasional membuat pelaku pasar tergoda untuk mengambil keuntungan sedikit. Aksi tersebut membuat hampir seluruh indeks saham dibuka di zona merah.

Aksi profit taking ini juga sekaligus memanfaatkan sentimen bursa regional yang bergerak di zona merah. Ditambah lagi, rupiah kembali bergerak melemah setelah terkoreksi 51 poin ke leve 11.624 per dolar AS.

Pada perdagangan pra pembukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 11 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 24,86 poin (0,49%) ke level 5,073,144. Pelemahan terus berlanjut hingga sesi pembukaan ketika indeks terpangkas 32,35 poin (0,63%) ke level 5.065,657.

Hingga perdagangan pukul 10.00 WIB, bursa saham Indonesia masih diwarnai oleh koreksi harga saham pada 130 emiten. Sementara 105 emiten lain masih mampu bergerak menguat.

Pemodal asing pagi ini masih berupaya mengoleksi saham-saham emiten Indonesia. Asing membukukan nett buy tipis Rp 86 miliar.

Tak hanya IHSG, koreksi juga dialami hampir seluruh indeks saham di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah ke lebel 166,36. Sampai saat ini, indeks ISSI masih terus bergerak dalam tren melemah.

Sebanyak 93 emiten bergerak di zona merah sementara 59 lainnya mampu menguat. Nilai transaksi satu jam pertama perdagangan mencapai Rp 890 miliar.

Koreksi cukup dalam juga dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index yang dibuka di zona merah, terus melemah 9,5 poin (1,23%) ke level 684,32.

Indeks JII tergiring masuk zona negatif setelah harga saham dari 24 emiten tergerus aksi ambil untung.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengatakan, euphoria Pilpres telah membuat IHSG berhasil bergerak naik 73,30 poin (1,46 persen) sehingga ditutup pada level 5.098,01. Padahal, Pilpres sebenarnya masih menyisakan masalah yang besar yaitu klaim dari kedua belah pihak pihak atas kemenangan pada pilpres tersebut.

" Signal pada IHSG kemarin sebenarnya juga tidak terlalu bagus, mengingat IHSG ditutup tipis dibawah posisi pembukaannya," katanya.

Kenaikan kemarin, lanjut Satrio, lebih seperti perangkap bagi para pemodal yang melakukan posisi beli pada perdagangan pagi. Kondisi ini sebaiknya membuat pemodal waspada, karena euphoria Jokowi Effect selama ini hanya berlangsung selama 2-3 hari saja.

Beri Komentar