Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Kenaikan signifikan indeks bursa saham nasional membuat pelaku pasar tergoda untuk mengambil keuntungan sedikit. Aksi tersebut membuat hampir seluruh indeks saham dibuka di zona merah.
Aksi profit taking ini juga sekaligus memanfaatkan sentimen bursa regional yang bergerak di zona merah. Ditambah lagi, rupiah kembali bergerak melemah setelah terkoreksi 51 poin ke leve 11.624 per dolar AS.
Pada perdagangan pra pembukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 11 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 24,86 poin (0,49%) ke level 5,073,144. Pelemahan terus berlanjut hingga sesi pembukaan ketika indeks terpangkas 32,35 poin (0,63%) ke level 5.065,657.
Hingga perdagangan pukul 10.00 WIB, bursa saham Indonesia masih diwarnai oleh koreksi harga saham pada 130 emiten. Sementara 105 emiten lain masih mampu bergerak menguat.
Pemodal asing pagi ini masih berupaya mengoleksi saham-saham emiten Indonesia. Asing membukukan nett buy tipis Rp 86 miliar.
Tak hanya IHSG, koreksi juga dialami hampir seluruh indeks saham di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dibuka melemah ke lebel 166,36. Sampai saat ini, indeks ISSI masih terus bergerak dalam tren melemah.
Sebanyak 93 emiten bergerak di zona merah sementara 59 lainnya mampu menguat. Nilai transaksi satu jam pertama perdagangan mencapai Rp 890 miliar.
Koreksi cukup dalam juga dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index yang dibuka di zona merah, terus melemah 9,5 poin (1,23%) ke level 684,32.
Indeks JII tergiring masuk zona negatif setelah harga saham dari 24 emiten tergerus aksi ambil untung.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam ulasannya mengatakan, euphoria Pilpres telah membuat IHSG berhasil bergerak naik 73,30 poin (1,46 persen) sehingga ditutup pada level 5.098,01. Padahal, Pilpres sebenarnya masih menyisakan masalah yang besar yaitu klaim dari kedua belah pihak pihak atas kemenangan pada pilpres tersebut.
" Signal pada IHSG kemarin sebenarnya juga tidak terlalu bagus, mengingat IHSG ditutup tipis dibawah posisi pembukaannya," katanya.
Kenaikan kemarin, lanjut Satrio, lebih seperti perangkap bagi para pemodal yang melakukan posisi beli pada perdagangan pagi. Kondisi ini sebaiknya membuat pemodal waspada, karena euphoria Jokowi Effect selama ini hanya berlangsung selama 2-3 hari saja.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya