Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Meski dibuka menguat, bursa saham Indonesia mengawali perdagangan awal pekan di zona merah. Penantian panjang hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) membuat indeks tengah melakukan konsolidasi.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 14 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 8,75 poin (0,17%) ke level 5.041,35. Pada sesi pembukaan, IHSG kembali menguat 9,77 poin (0,19%) ke level 5.042,37.
Penguatan di awal perdagangan ini tak bertahan lama. IHSG langsung masuk tren melemah meski asing melakukan aksi beli saham Hingga pukul 10.00 WIB, IHSG telah melemah 30,08 poin (0,61 persen) ke level 5001,74.
Tren yang sama terjadi pada dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat ke level 164,95. Sayang, ISSI tak bertahan lama di zona hijau.
Gerak ISSI saat ini berada di zona merah dan melemah 0,88 poin (0,53%) ke level 163,82. Sebanyak 94 emiten syariah masuk zona merah sementara 44 lainnya bergerak melemah.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 838,04 miliar yang berasal dari jual bali 10,35 miliar saham.
Sementara itu, indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat di awal perdagangan ke level 681,4 poin. Sama seperti dua indeks sebelumnya, JII juga kini bergerak dalam tren melemah.
Pergerakan IHSG dan indeks saham syariah BEI bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi di kawasan regional. Nikkei dan Hang Seng masing-masing menguat 0,38 persen dan 0,45 persen.
Di pasar keuangan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah bersama-sama mata uang dari negara lain. Rupiah pagi ini telah melemah 17 poin (0,15%) ke level 11.604 per dolar AS. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya