Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dibuka Menguat, Indeks Syariah Merosot ke Zona Merah

Reporter : Syahid Latif
Senin, 14 Juli 2014 10:10
Dibuka Menguat, Indeks Syariah Merosot ke Zona Merah
Bursa saham Indonesia dibuka menguat di sesi pra pembukaan perdagangan. Sayang, aksi konsolidasi membuat indeks bergerak ke zona merah

Dream - Meski dibuka menguat, bursa saham Indonesia mengawali perdagangan awal pekan di zona merah. Penantian panjang hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) membuat indeks tengah melakukan konsolidasi.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 14 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 8,75 poin (0,17%) ke level 5.041,35. Pada sesi pembukaan, IHSG kembali menguat 9,77 poin (0,19%) ke level 5.042,37.

Penguatan di awal perdagangan ini tak bertahan lama. IHSG langsung masuk tren melemah meski asing melakukan aksi beli saham Hingga pukul 10.00 WIB, IHSG telah melemah 30,08 poin (0,61 persen) ke level 5001,74.

Tren yang sama terjadi pada dua indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pagi ini dibuka menguat ke level 164,95. Sayang, ISSI tak bertahan lama di zona hijau.

Gerak ISSI saat ini berada di zona merah dan melemah 0,88 poin (0,53%) ke level 163,82. Sebanyak 94 emiten syariah masuk zona merah sementara 44 lainnya bergerak melemah.

Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 838,04 miliar yang berasal dari jual bali 10,35 miliar saham.

Sementara itu, indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat di awal perdagangan ke level 681,4 poin. Sama seperti dua indeks sebelumnya, JII juga kini bergerak dalam tren melemah.

Pergerakan IHSG dan indeks saham syariah BEI bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi di kawasan regional. Nikkei dan Hang Seng masing-masing menguat 0,38 persen dan 0,45 persen.

Di pasar keuangan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah bersama-sama mata uang dari negara lain. Rupiah pagi ini telah melemah 17 poin (0,15%) ke level 11.604 per dolar AS. (Ism)

Beri Komentar