Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melihat peluang perkembangan industri kreatif tanah air. Bank pelat merah ini menggelontorkan Rp 31,5 miliar untuk membiayai 1.654 mitra binaan.
" Saat ini, BNI telah mengembangkan 27 Kampoeng BNI tersebar di seluruh Indonesia dengan total pembiayaan usaha sebesar Rp 31,49 miliar dengan 1.654 mitra yang dibiayai," ujar Corporate Secretary BNI Tribuana Tunggadewi dalam keterangan pers yang dikutip, Senin 14 Juli 2014.
Kampoeng BNI merupakan salah satu bagian dari program Corporate Community Responsibility (CCR) BNI yang memiliki tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyaluran kredit lunak dengan sistem cluster yang dilakukan di beberapa daerah.
Tribuana menambahkan tujuan pembentukan Kampoeng BNI adalah untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat di suatu kawasan pedesaan melalui pinjaman lunak program kemitraan maupun bantuan bina lingkungan untuk menunjang aktivitas ekonomi lokal di daerah tersebut. Saat ini konsep Kampoeng BNI dibangun atas prinsip Community Development, dimana satu klaster mengangkat produk potensial berdasarkan kearifan lokal setempat.
Dalam Kampoeng BNI, program CCR BNI tidak sekadar menyalurkan pembiayaan usaha, namun juga memberikan capacity building atau pelatihan peningkatan kapasitas, misalnya pelatihan motif tenun sesuai keinginan pasar internasional, pelatihan pembukuan sederhana, pelatihan pemasaran yang efektif, dan pelatihan lainnya sesuai kebutuhan mitra binaan.
Selain itu, BNI memberikan bantuan sarana dan prasarana di dalam Kampoeng BNI, misalnya showroom, packing house, balai pertemuan, dan juga sarana sosial masyarakat. BNI juga memberikan bantuan pendidikan kepada keluarga mitra binaan berupa beasiswa dan sarana pendidikan lainnya.
Sejumlah Kampoeng BNI yang tergolong baru didirikan dan bergerak di bidang industri kreatif adalah Kampoeng BNI Tenun Silungkang � Sawahlunto, Kampoeng BNI Kain Ulos Samosir Sumatera Utara, Kampoeng BNI Kain Tapis Lampung Selatan, dan Kampoeng BNI Tenun Pandai Sikek Bukittinggi.
Saat ini, lanjut Tribuana, BNI juga menjadi pendukung utama Festival Creative 2014 yang diselenggarakan 11-14 Juli 2014 di Jakarta. BNI turut mewujudkan keinginan lebih dari 100 pelaku industri kreatif untuk memamerkan produknya.
Dukungan BNI ini membuka luas ruang bagi ekonomi kreatif untuk terus berkembang di Indonesia dan mendorong produk derivatif dari hasil pemikiran dan karya tradisional yang sudah lama dimiliki oleh masyarakat mulai dari batik, tenun, perhiasan, keramik, hingga kuliner asli tanah air.
Dukungan BNI terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif telah dilakukan sejak pelaku usaha baru memulai bisnisnya. Dukungan BNI kepada pelaku industri kreatif dimulai dari pemberian bantuan pembiayaan Program Kemitraan. Setiap Mitra Binaan yang sukses mengembangkan usahanya diberi pembiayaan yang lebih besar lain yaitu melalui mekanisme Kredit Usaha Rakyat dan BNI Wira Usaha.
Dalam Fesra 2014 ini, BNI memboyong 12 Mitra Binaan yang mendapatkan bantuan Program Kemitraan. Mitra Binaan tersebut adalah Puspa Cookies, Jelita Galerry, Fief Batik, Selada, Zvovys Toys, Jessy Batik, Artha Batik, Toko Tradisional, Pecel Bu Suryo, Fems Corner, Rosy Batik, dan Fifi Collection. Selain itu, ada juga Mitra Binaan BNI peserta Fesra 2014 lainnya yaitu Binaan Trans Art, Rumah Betawi, Denara, Javadiva Batik, dan Myrra Soeprapto.
Bentuk lain dari dukungan BNI kepada industri kreatif Indonesia adalah mensponsori dibangunnya Rumah Indonesia yang didesain oleh Pinka Kawilarang. Rumah Indonesia yang menjadi Koleksi Wisanka Group Klaten ini berisi karya-karya indah seperti seni teknik bangun berbahan tanah batuan asal Sukabumi, Jawa Barat karya F Widayanto perupa tanah liat, seperti Badranaya & Leyehan, dan berbagai furnitur berbahan kedebong pisang.
Sebelumnya, BNI juga memberikan dukungan kepada program-program yang kental dengan unsur kreativitas, yaitu Nusantara International Tea Festival dan Kota Tua Creative Festival 2014 akhir Juni lalu. Kedua perhelatan itu dilakukan untuk mendukung upaya revitalisasi Kota Tua, Jakarta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya