Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi
Dream - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta seluruh stasiun televisi membuat dan menyajikan program siaran yang berkualitas bagi masyarakat saat bulan Ramadan. Sehingga, tayangan tersebut tidak mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam beribadah selama bulan Puasa.
" Kita minta TV menyuguhkan tayangan yang beradab sesuai dengan sepirit Ramadan, yang merupakan bulan suci dan sakral bagi umat Islam," kata Wakil Ketua KPI Pusat, Idy Muzayyad, sebagaikaman dikutip Dream dari laman kpi.go.id, Kamis 18 Juni 2015.
Idy menambahkan, program siaran TV diharapkan mampu mendorong peningkatan keimanan serta kekusyukan umat Islam dalam menjalankan iabadah puasa. " Karenanya, tolong dijauhkan program siaran yang justru secara praktik bertentangan dengan kesyahduan Ramadan," imbuh dia.
Menurut Idy, program siaran bernuansa komedi dan lawakan murahan sangat rentan dan berpotensi melanggar. OLeh karena itu, KPI berharap program-program semacam itu dihindari, tidak ditayangkan. " Ini sesuai kaidah dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil masolih, yakni menghindari potensi kerusakan dan kemadharatan itu didahulukan dan peru lebih diutamakan," ujar Idy.
Untuk pengawasan program siaran, Idy mengajak masyarakat untuk melakukan pemantauan. " Partisipasi publik dalam bentuk pengawasan itu penting untuk tetap mengontrol program siaran TV agar tetap berada pada relnya. Publik juga bisa melakukan pengaduan bila ditemukan program siaran yang kurang bagus," kata Idy.