Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Prada Aleesha)
Dream - Merayakan Idul Fitri dengan berpakaian indah sudah menjadi tradisi. Namun tidak hanya pakaian saja yang mesti indah saat berlebaran. Tapi perawatan wajah dan kulit juga harus diperhatikan.
Dengan menjaga kesehatan wajah dan kulit, akan menambah keindahan penampilan secara keseluruhan. Berikut beberapa tips kecantikan yang mungkin bisa menjadi acuan sebelum tiba hari H Idul Fitri.
Pertama, yang perlu diperhatikan adalah memiliki kulit yang baik dan bercahaya. Tidak peduli apa warna kulitnya. Jika tidak sehat, tetap akan terlihat tidak sedap dipandang mata.
Untuk mencapai hal ini, dibutuhkan ketelatenan dalam mengikuti aturan dasar perawatan kulit sehari-hari. Mulai dari cleansing, toning dan moisturizing.
Penggunaan tabir surya adalah suatu keharusan bagi yang ingin kulitnya tampil cantik. Bahkan meski sudah melakukan perawatan, satu saat kulit kita bisa menjadi kasar lagi dan kehilangan cahayanya. Jika sudah begini, beberapa perawatan ekstra diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.
Paparan sinar matahari dan proses penuaan membuat kulit rentan terhadap pigmentasi seperti timbul bintik-bintik, melasma, dan lain-lain. Hal ini juga mengakibatkan lubang bekas jerawat dan luka menjadi lebih gelap. Paparan sinar matahari menjadi sumber hilangnya air dalam kulit dan juga membuat kulit terasa kasar.
Mikrodermabrasi atau MCD adalah prosedur sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Proses ini melibatkan pemolesan lapisan atas kulit menggunakan bubuk kristal dan sel-sel mati disedot, meninggalkan kulit lembut dan halus.
Dengan hilangnya sel-sel mati maka lapisan kulit baru yang segar akan teregenerasi. Prosedur ini sangat aman dan harus diulang 3-4 kali setiap tiga minggu. Silakan mencoba.
(Ism, Sumber: Daily Star.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya