3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Masyarakat Muslim Di Bali
Dream - Setiap daerah punya tradisi Lebaran masing-masing. Seperti juga masyarakat muslim di Bali. Mereka memiliki tradisi ngejot yang dilakukan setiap Lebaran. Inilah potret toleransi antar-umat beragama di Pulau Dewata.
Ngejot adalah tradisi memberikan makanan kekepada tetangga sebagai rasa terima kasih. Tak hanya sesama muslim, mereka memberikan makanan itu kepada tetangga yang beragama Hindu, Nasrani, dan lainnya.
Tak jelas sejak kapan tradisi ini ada. Yang pasti, tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun. Tradisi ini awalnya dilakukan oleh umat Hindu. Mereka mengirimkan makanan menjelang Hari Raya Galungan, Nyepi, dan Kuningan, umat Hindu melakukan ngejot.
Biasanya, umat Hindu karena tahu umat Islam tidak boleh makan babi, maka mereka biasanya mengirim kue dan buah-buahan. Jika ada nasi, maka lauknya dari daging ayam.
Sementara bagi umat Islam, ngejot dilakukan menjelang Idul Fitri. Makanan yang diberikan untuk ngejot beraneka ragam, misalnya opor ayam. Yang pasti, makanan yang dikirim sudah siap santap. Selain masakan rumah tangga, ada pula aneka jajanan dan buah-buahan.
Tradisi ngejot merupakan simbol kerukunan antarumat beragama, sehingga tetap mesra dan harmonis. Ngejot juga menjadi lambang kemesraan dan tali persaudaraan antara Hindu dan Islam di tanah Dewata.
Tradisi ngejot masih terpelihara hingga kini, baik dalam masyarakat Hindu maupun Islam, khususnya di daerah pedesaan. Umat Islam di Desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng, masih menjalankan tradisi tersebut. Desa ini merupakan salah satu kawasan di Bali yang mayoritas penduduknya beragama Islam. (Dari berbagai sumber)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an