Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Para pemikir Muslim sejak abad pertengahan sepertinya sudah meneliti tentang tertawa dan manfaatnya. Tak hanya satu, beberapa ilmuwan muslim mempunyai teorinya sendiri.
Ada dua hal penting yang bisa dicatat dari temuan para ilmuwan ini. Pertama, para pemikir Muslim tidak menerima segala informasi apa adanya. Bahkan tidak untuk sesuatu yang tampaknya sepele seperti tertawa. Mereka melakukan penelitian mereka sendiri dan mencoba untuk menjelaskan asal-usul dan karakteristik tertawa.
Kedua mereka semua mengakui bahwa tertawa memiliki sesuatu yang berkaitan dengan sirkulasi darah dalam tubuh. Lebih dari seribu tahun kemudian, ilmu pengetahuan telah menetapkan bahwa tertawa menurunkan tekanan darah dan meningkatkan aliran darah.
Mengutip laman mvslim, Selasa 12 Januari 2016, berikut beberapa pandangan mereka tentang misteri tertawa:
Muslim Ali ibn Rabban At-Tabari
Pada pertengahan abad ke-9, dokter Muslim Ali ibn Rabban at-Tabari menjelaskan tawa seperti ini: "Tertawa adalah [hasil] dari bergolaknya darah [yang terjadi] ketika manusia melihat atau mendengar sesuatu yang mengalihkan perhatiannya. Jika ia kemudian tidak menggunakan kemampuannya untuk berpikir sehubungan dengan itu, ia dilingkupi oleh tawa."
Dengan kata lain, menurut Ibn Rabban, tertawa adalah hasil dari ketidakmampuan seseorang untuk berpikir rasional tentang sesuatu yang tiba-tiba dilihatnya. Setelah mengutarakan bagian tersebut, Ibn Rabban berbagi definisi Aristoteles tentang manusia sebagai binatang tertawa, diikuti oleh pengamatan filsuf Yunani yang mengatakan dari semua binatang, hanya manusia yang bisa tertawa.
Abu Yusuf Al Kindi
Polymath Muslim terkenal Abu Yusuf al-Kindi, yang juga hidup pada abad pertengahan 9, mengomentari tertawa dalam sudut pandangan yang sama. Dia mendefinisikannya sebagai "mengalirnya darah di jantung dengan tenang bersama dengan kebesaran jiwa menuju titik di mana sukacita akan terlihat".
Ishaq bin Imran
Dia adalah seorang pemikir yang muncul kemudian di akhir abad ke-9. Pemikirannya tentang tertawa serupa tetapi lebih rinci. Dalam bukunya 'On Melancholy', ia menggambarkan tertawa anak-anak dan orang-orang mabuk sebagai hasil dari "sukacita jiwa karena tenangnya aliran darah mereka". Dia juga menggambarkan tertawa berlebihan sebagai tanda kegilaan.
Pada abad ke-11, Constantinus Africanus menerjemahkan On Melancholy dari bahasa Arab ke Bahasa Latin. Koleksi buku teks terjemahan Africanus (termasuk karya Ibn Imran) kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya dan digunakan sampai abad ke-17.
Ishaq bin Sulaiman
Seorang murid yang terkenal Ibnu Imran adalah dokter Ishaq bin Sulaiman. Dia menyarankan bahwa kesedihan disebabkan oleh tidak lancarnya aliran darah dalam tubuh dan pelepasan secara tiba-tiba dari pembatasan aliran darah.
Oleh karena itu, tertawa dan sukacita disebabkan oleh sirkulasi darah yang sehat dan proses eksotermis yang bekerja dalam tubuh. Sungguh menarik bahwa Ibn Sulaiman mengembangkan teorinya sendiri tentang tertawa bukan hanya meminjam dari gurunya, Ibnu Imran.
Beberapa karya Ibnu Sulaiman diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis pada tahun 1579 oleh seorang pria bernama Joubert, yang menyarankan bahwa Ibnu Sulaiman adalah orang pertama yang memberikan definisi tertawa . Joubert kemudian menyatakan bahwa definisi Ibnu Sulaiman tentang tertawa salah dan membuat definisi sendiri yang diklaimnya sendiri lebih baik.
Pelajaran? Jangan puas dengan pemahaman yang dangkal, dan tidak pernah lupa untuk tertawa! (Ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya

Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda