Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pulau Tabuhan (Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi)
Dream - Banyuwangi mewakili Indonesia menjadi nominator di penghargaan pariwisata bergengsi, UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori " Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola" .
Banyuwangi menjadi nominator bersaing dengan beberapa wilayah lain di dunia seperti Medellin (Kolombia), Kenya, dan Puerto Rico.
Dengan mengangkat tema besar strategi pengengembangan pariwisata berkelanjutan, Banyuwangi akan diberikan kesempatan memaparkan kebijakannya pada 18 Januari 2016 mendatang dalam event 12th UNWTO Awards Forum di Madrid, Spanyol.
Ajang yang digelar salah satu organisasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi pariwisata ini digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dilakukan di sektor pariwisata dengan melihat efeknya terhadap pemerintahan serta masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwsisata Banyuwangi MY Bramuda mengatakan, Banyuwangi masuk dalam kategori inovasi kebijakan publik dan pemerintahan.
”Kita diberi kesempatan untuk mempresentasikan bagaimana Banyuwangi mengembangkan konsep pariwisata berkelanjutan. Para pemenang dan runner-up masing-masing kategori akan diumumkan pada 20 Januari mendatang bersamaan dengan pelaksanaan Madrid International Tourism Trade Fair,” ujar Bramuda seperti dikutip dari siaran pers tertulis yang diterima dream.co.id.
Tak heran jika Banyuwangi masuk dalam nominasi. Dalam 4 tahun terakhir, sektor pariwisata di wilayah ini maju pesat. Daerah berjuluk The Sunrise of Java itu berhasil menjelma menjadi destinasi wisata favorit.
Di Madrid, Banyuwangi akan dipaparkan sejumlah strategi Pemkab dan kunci sukses membangun pariwisata. Mulai dari bagaimana daerah mengidentifikasi potensi wisata yang dimilikinya, menjaga kearifan lokalnya, hingga bagaimana seluruh stakeholder bergandengan tangan mengembangkan dan mempromosikan pariwisata Banyuwangi.
Dalam empat tahun terakhir, sektor pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggeliat. Dengan menawarkan alam dan budaya yang apa adanya, Banyuwangi membidik segmen wisatawan penggemar alam, budaya, dan petualangan. Konsep ekoturisme pun digaungkan.
Ekoturisme adalah konsep wisata yang menyajikan kondisi di suatu daerah secara apa adanya dengan memperhatikan daya dukung dan keberlanjutan lingkungan. Konsep ekoturisme yang diterapkan bersumbu pada dua pijakan, yaitu budaya dan alam.
”Di Banyuwangi juga telah digelar kursus bahasa asing gratis berbasis desa yang diikuti lebih dari 2.600 warga pada 2015. Kemampuan bahasa asing itu diharapkan bisa mengikuti laju perkembangan wisata yang semakin kencang,” jelas Bramuda.
Untuk diketahui, Selain Banyuwangi, dalam ajang ini, ada dua wakil Indonesia yang turut menjadi finalis di 2 kategori lain. Garuda Indonesia berhasil mendapatkan nominasi Innovation in Enterprises dengan program Bali Beach Clean Up, dan Yayasan Karang Lestari melalui program Coral Reef Reborn yang masuk kategori Innovation in Non-Governmental Organizations.
Nominator lainnya datang dari Brazil, Lithuania, Spanyol, Swiss, Kamboja, Nepal, Afrika Selatan, Kroasia, dan Korea Selatan.
Para finalis ini disaring dari 109 program lainnya yang digagas oleh negara-negara anggota UNWTO. UNWTO saat ini beranggotakan 157 negara, 6 anggota asosiasi, dan 480 anggota afiliasi dari sektor swasta, lembaga pendidikan, serta otoritas pariwisata.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya