Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Penjualan Kurma Biasnya Naik Sepanjang Ramadan
Dream - Ramadan menjadi bulan berat bagi pemerintah negara muslim dalam mengawal harga kebutuhan pokok. Uni Emirat Arab (UEA) bahkan sampai mewajibkan supermarket memajang daftar rinci harga 3.500 barang.
Kebijakan ini dibuat Kementerian Perekonomian UEA bekerjasama dengan koperasi dan hipermarket di seluruh UEA untuk mengambil langkah-langkah penyesuaian harga sekitar 3.500 barang kebutuhan pokok. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari 500 komoditas pada periode yang sama tahun 2014 lalu.
Mengutip laman Emirates, Kamis, 18 Juni 2015, semua toko dan hipermarket diwajibkan menampilkan daftar rinci semua 3.500 barang kebutuhan pokok yang mengalami penyesuaian lengkap dengan harga tetapnya.
Harga tersebut harus tercantum di rak toko dengan penunjuk yang jelas sehingga memudahkan pelanggan berbelanja.
Kementerian juga menginstruksikan koperasi dan hipermarket untuk menginstal scanner barcode, yang akan memudahkan pelanggan untuk mengetahui harga barang sebelum menuju ke kasir.
Direktur Direktorat Perlindungan Konsumen Dubai, Dr Hasyim Al Nuaimi mengklaim koperasi dan hipermarket telah sepakat untuk mendukung penurunan harga komoditas penting selama bulan suci Ramadhan. Koperasi dan hipermarket bahkan akan mulai menggelar diskon musiman dan penawaran menarik menjelang Ramadhan.
Selain 3.500 barang kebutuhan pokok, kementerian juga memasukkan sekitar 4.700 komoditas lainnya dalam skema ini. Beberapa komoditas penting akan ditawarkan dengan harga diskon hingga 70 persen. Nilai dari inisiatif ini diperkirakan 200 juta dirham atau Rp 726 miliar.
Pejabat dari kementerian juga mengadakan pertemuan dengan perwakilan dari hipermarket besar, gerai ritel dan koperasi di UEA, serta pedagang sayur dan buah di Abu Dhabi dan Dubai, untuk memastikan bahwa pasokan bahan pokok tetap aman untuk memenuhi lonjakan permintaan selama bulan Ramadhan.
Al Nuaimi menambahkan bahwa kementerian telah meminta pemasok untuk meningkatkan impor buah dan sayuran sebesar 30 persen untuk menjamin terpenuhinya permintaan serta juga untuk memastikan bahwa harga tetap konstan.
Dia mengatakan impor harian sayuran dan buah-buahan di pasar Dubai saja selama Bulan Ramadhan diperkirakan akan mencapai 16.000 ton, sementara pedagang di Abu Dhabi akan mengimpor lebih 3.500 ton.
Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang hak-hak konsumen, di setiap koperasi dan hipermarket akan dipasang layar informasi dan nomor kontak untuk menyampaikan keluhan ke kementerian.
Kementerian juga telah memperpanjang jam kerja pusat layanan selama Ramadan dari jam 8 pagi sampai jam 12 malam.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?