Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Menteri Perdagangan Rahmat Gobel memastikan kebijakan impor selama bulan Ramadan akan menjadi pilihan terakhir pemerintah. Kebutuhan bahan makanan masyarakat selama bulan puasa ini diharapkan bisa dipenuhi dari dalam negeri.
"Impor itu adalah pilihan terakhir," kata Rahmat dalam keterangan pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa, 16 Juni 2015.
Rahmat menekankan pemerintah terus berpikir untuk meningkatkan produksi dalam negeri khususnya di sektor pertanian misalnya.
Pola hidup dan tradisi masyarakat Indonesia selama bulan puasa diakui kerap memicu peningkatan permintaan bahan makanan pokok. Alhasil, potensi kenaikan harga bahan pokok pun kemungkinan takkan terhindari.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan serta konsekuensi kenaikan harga, pemerintah dituntut memastikan ketersediaan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat. Menghadap Ramadan dan Lebaran tahun ini, Kemendag memastikan telah menyiapkan sejumlah program untuk menjamin persediaan barang.
"Kemendag sekarang sudah bekerjasama dengan kementerian terkait misanya Kementerian Perhubungan untuk memberi izin kepada truk-turk yang membawa bahan makanan pokok agar masih bisa melintas pada H-10 (Lebaran)," kata menteri yang juga pengusaha ini.
Pemerintah juga meminta pengelola angkutan kereta api dan angkutan lainnya agar menjamin pengangkutan bahan makanan pokok dengan lebih baik. Sementara untuk masyarakat di kawasan Indonesia timur, Kemendag mengaku menggandeng PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk mengangkut bahan makanan pokok.
Terkait kebijakan impor, Gobel memastikan langkah alternatif ini baru akan dilakukan jika pasokan bahan pokok tidak mencukupi. Selain itu, harga yag berlaku dipasar juga sudah melebihi harga referensi.
"Ya sudah harus impor, karena kita harus menjaga konsumennya juga,” tutup Gobel. (Ism)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?