Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Sekolah Dasar (SD) do Leyton, London Timur, Barclays Primary School mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada para orang tua murid. Surat edaran tersebut berisi larangan bagi siswa untuk menjalankan puasa Ramadan.
Alasannya, puasa dapat mengganggu kesehatan dan kondisi fisik anak-anak. Selain itu, pengelola sekolah menyatakan larangan tersebut dikeluarkan dengan memperhatikan kaidah hukum Islam yang tidak mewajibkan anak-anak untuk berpuasa.
"Sebelumnya, kami pernah menemui sejumlah anak yang sakit dan pingsan atau tidak bisa berkonsentrasi menerima pelajaran karena puasa," tulis pengelola dalam surat edaran tersebut, dikutip Dream dari telegraph.co.uk, Selasa, 16 Juni 2015.
Kebijakan itu menuai kecaman dari komunitas muslim Inggris. Mereka menyatakan sekolah tidak punya hak untuk mengeluarkan larangan tersebut.
Asosiasi Muslim Inggris menyatakan ada aturan tersendiri dalam hukum Islam bagi orang yang tidak sanggup berpuasa. Sehingga, larangan tersebut seharusnya tidak dilakukan.
"Kami percaya ada aturan yang cukup ketat dalam Islam yang membolehkan orang-orang tidak kuat puasa untuk berbuka," ujar juru bicara Asosiasi Muslim Inggris.
Aturan tersebut bisa dilakukan serta menjadi hak orangtua apakah membolehkan anak berpuasa atau tidak. Sehingga, mereka menilai seharusnya pihak sekolah tidak mengeluarkan larangan tersebut.
"Kami percaya orangtua dan anak dapat membuat keputusan apakah si anak harus berpuasa atau tidak," ungkap juru bicara tersebut.
Presiden Asosiasi Muslim Inggris Omer El Hamdoon menerangkan para orangtua meminta anaknya untuk berpuasa sebagai bentuk latihan dalam menjalankan ibadah. Sehingga, menurut dia, sekolah seharusnya berperan sebagai pendukung keputusan yang diambil oleh orangtua murid.
"Sekolah harus memainkan peran pendukung untuk orang tua, isu-isu seperti ini harus dibicarakan, bukan langsung dilarang," kata dia.
Selain di Barclays Premier School, larangan serupa ternyata juga berlaku di tiga sekolah lain di bawah naungan Lion Academy Trust. Tiga sekolah tersebut yaitu Sybourn Primary School dan Thomas Gamuel Primary School di Waltham Forest, serta Brook House Primary School di Haringey.
CEO Lion Academy Trust Justin James mengatakan pihaknya berusaha untuk menyeimbangkan antara perlindungan kepada anak serta bagaimana bekerja bersama masyarakat sekitar.
Dia menerangkan larangan tersebut tidak akan dicabut. Jika ada orangtua yang tetap menginginkan anaknya berpuasa, dia meminta orangtua tersebut membuat kesepakatan terlebih dulu dengan pihak sekolah.
"Tidak satupun anak yang dibolehkan berpuasa hingga orangtua harus bertemu kepala sekolah," kata dia.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal