Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tentara Baca Alquran (tni.mil.id)
Dream - Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) merupakan ajang perlombaan mengaji yang kerap diikuti oleh para pelajar dan santri. Mereka yang terjun di bidang kemiliteran sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) jarang terlibat dalam ajang semacam ini.
Tetapi, Markas Besar (Mabes) TNI mencoba membuat terobosan. Sebagai bentuk pembinaan spiritual bagi prajurit Muslim, TNI menggelar MHQ dan MTQ untuk seluruh matra angkatan.
Dikutip Dream dari laman tni.mil.id, Selasa, 16 Juni 2015, acara ini digelar di Gelanggang Olahraga Raga (GOR) Ahmad Yani Mabes TNI dan dibuka oleh Inspektorat Jenderal TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin mewakili Panglima TNI pada Senin, 15 Juni 2015.
Kompetisi ini bertujuan untuk memperluas pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Alquran untuk meningkatkan iman dan taqwa di lingkungan prajurit Muslim TNI, sekaligus menumbuhkan minta membaca, menerjemahkan serta menghafal Alquran.
Selain itu, kompetisi ini juga diadakan untuk mempersiapkan peserta mengikuti MHQ dan MTQ tingkat internasional yang digelar setiap dua tahun sekali di Arab Saudi.
Kompetisi ini diikuti oleh 48 peserta yang terbagi dalam enam kafilah. Kafilah tersebut yaitu Kafilah TNI AD dengan delapan peserta, Kafilah TNI AL sebanyak delapan orang, Kafilah TNI AU sebanyak delapan orang, Kafilah Mabes TNI sebanyak delapan orang, Kafilah Kemhan sebanyak delapan orang, serta Kafilah Polri sebanyak delapan orang.
"Upaya ini kita laksanakan berangkat dari pemahaman kecerdasan menurut Alquran, bahwa kecerdasan bukanlah sekedar kecerdasan kognitif, melainkan kecerdasan multidimensional berbasis kesadaran eksistensial ke dalam dan ke luar," ujar Syafril membacakan amanat Panglima TNI dalam pembukaan MHQ dan MTQ.
Syafril mengatakan kecerdasan eksistensial ke dalam berarti manusia mampu mengenali dirinya sebagai perwujudan khusus dari ciptaan Allah SWT. Sehingga, menurut dia, manusia harus mampu mengenali potensi yang ada dalam dirinya.
"Sebagai dasar pembentuk karakter personal bangsa Indonesia," terang Syafril.
Sementara kesadaran eksistensial ke luar adalah manusia cerdas mampu mengenali dan mengembangkan ajaran dalam Alquran sebagai sistem nilai, pengetahuan dan perilaku bersama melalui olahpikir, olahrasa, olahkarsa dan olahraga.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal