Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Charging Ponsel
Dream - Anda yang ingin bepergian menggunakan pesawat hendaknya tak lupa mengisi dahulu baterai telepon genggam atau alat elektronika lainnya. Ketentuan baru pengamanan penerbangan di Kanada, Amerika Serikat (AS) dan Inggris baru-baru ini mensyaratkan agar alat elektronika dapat dinyalakan selama proses pemeriksaan di Bandara.
Sebaliknya, alat elektronik seperti ponsel, laptop, dan tablet yang tak bisa menyala justru tak boleh dibawa dalam penerbangan
" Semua yang bepergian ke AS, Kanada dan Inggris diharuskan menyalakan perangkat elektronik mereka saat di bandara Dubai International atau jika tidak mereka ditolak untuk boarding," kata operator maskapai Emirates di Dubai seperti dikutip Dream dari laman emirate247, Rabu, 16 Juli 2014.
Dengan aturan baru ini, semua calon penumpang harus mengisi baterai semua perangkat elektronik sebelum berangkat ke bandara. Imbauan ini merupakan bagian dari langkah pengamanan tambahan yang diminta oleh otoritas negara-negara tersebut.
Maskapai penerbangan lain di jazirah Arab, Etihad Airways, juga telah mengeluarkan imbauan yang sama untuk penumpang tujuan Inggris.
Menurut pernyataan Etihad, pihaknya telah diberitahu oleh Departemen Transportasi Inggris (DFT) tentang aturan baru tersebut. Penumpang pesawat dengan tujuan tertentu di Inggris diminta menunjukkan perangkat elektroniknya dengan kondisi baterai sudah terisi penuh.
Jika tidak, para penumpang ini tidak diizinkan membawa perangkat elektronik tersebut ke dalam pesawat.
Pihak Administrasi Keamanan Transportasi di AS (TSA) juga menginstruksikan aturan yang sama. Penumpang dari Eropa, Timur Tengah dan Afrika dengan tujuan AS harus mampu menghidupkan alat elektronik saat melewati pintu pemeriksaan.
Departemen Keamanan Nasional (DHS) awal bulan ini menginstruksikan TSA untuk mengambil langkah-langkah keamanan tambahan.
" DHS memonitor ancaman global secara terus-menerus dan akan mengevaluasi langkah untuk meningkatkan keamanan penerbangan," kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Jeh Johnson dalam sebuah pernyataan yang pada tanggal 2 Juli lalu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya