Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Baterai Ponsel Low-Bat Dilarang `Naik` Pesawat

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 16 Juli 2014 09:29
Baterai Ponsel Low-Bat Dilarang `Naik` Pesawat
Calon penumpang masih bisa ikut jadwal penerbangan namun harus meninggalkan alat elektronika yang tak bisa menyala.

Dream - Anda yang ingin bepergian menggunakan pesawat hendaknya tak lupa mengisi dahulu baterai telepon genggam atau alat elektronika lainnya. Ketentuan baru pengamanan penerbangan di Kanada, Amerika Serikat (AS) dan Inggris baru-baru ini mensyaratkan agar alat elektronika dapat dinyalakan selama proses pemeriksaan di Bandara.

Sebaliknya, alat elektronik seperti ponsel, laptop, dan tablet yang tak bisa menyala justru tak boleh dibawa dalam penerbangan

" Semua yang bepergian ke AS, Kanada dan Inggris diharuskan menyalakan perangkat elektronik mereka saat di bandara Dubai International atau jika tidak mereka ditolak untuk boarding," kata operator maskapai Emirates di Dubai seperti dikutip Dream dari laman emirate247, Rabu, 16 Juli 2014.

Dengan aturan baru ini, semua calon penumpang harus mengisi baterai semua perangkat elektronik sebelum berangkat ke bandara. Imbauan ini merupakan bagian dari langkah pengamanan tambahan yang diminta oleh otoritas negara-negara tersebut.

Maskapai penerbangan lain di jazirah Arab, Etihad Airways, juga telah mengeluarkan imbauan yang sama untuk penumpang tujuan Inggris.

Menurut pernyataan Etihad, pihaknya telah diberitahu oleh Departemen Transportasi Inggris (DFT) tentang aturan baru tersebut. Penumpang pesawat dengan tujuan tertentu di Inggris diminta menunjukkan perangkat elektroniknya dengan kondisi baterai sudah terisi penuh.

Jika tidak, para penumpang ini tidak diizinkan membawa perangkat elektronik tersebut ke dalam pesawat.

Pihak Administrasi Keamanan Transportasi di AS (TSA) juga menginstruksikan aturan yang sama. Penumpang dari Eropa, Timur Tengah dan Afrika dengan tujuan AS harus mampu menghidupkan alat elektronik saat melewati pintu pemeriksaan.

Departemen Keamanan Nasional (DHS) awal bulan ini menginstruksikan TSA untuk mengambil langkah-langkah keamanan tambahan.

" DHS memonitor ancaman global secara terus-menerus dan akan mengevaluasi langkah untuk meningkatkan keamanan penerbangan," kata Menteri Keamanan Dalam Negeri Jeh Johnson dalam sebuah pernyataan yang pada tanggal 2 Juli lalu. (Ism)

Beri Komentar